MALANG, pendoposatu.id– Ancaman luapan air saat hujan deras menjadi perhatian Pemerintah Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir. Kondisi Kali Agir yang mengalami sedimentasi kini ditangani melalui pekerjaan normalisasi oleh Perum Jasa Tirta Malang.
Normalisasi dilakukan selama dua hari, Selasa-Rabu (27-28/10), pada alur arus Kali Agir yang merupakan bagian dari jaringan anak Sungai Metro. Pembersihan sedimentasi diharapkan mampu mengembalikan kapasitas aliran sungai sehingga debit air lebih lancar ketika curah hujan meningkat.
Kepala Desa Sitirejo, Buang Suharja, mengatakan penanganan Kali Agir dilakukan setelah pemerintah desa menerima laporan dari masyarakat mengenai pendangkalan sungai.
“Warga melaporkan adanya sedimentasi di Kali Agir. Kami kemudian terus berkoordinasi dan berkirim surat kepada Jasa Tirta karena sungai tersebut masuk dalam kewenangan pengelolaan Sungai Metro,” kata Buang, Sabtu (31 Oktober 2026).
Menurut dia, kondisi sungai perlu mendapat perhatian karena Kali Agir menjadi salah satu jalur aliran air di wilayah Desa Sitirejo. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kapasitas aliran yang terganggu akibat sedimentasi dikhawatirkan dapat memicu luapan.
“Dengan normalisasi ini kami berharap aliran air lebih lancar dan tidak terjadi luapan saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, normalisasi dilakukan pada bagian sungai yang mengalami penumpukan material sedimentasi. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi alur sungai agar tetap mampu menampung dan mengalirkan air menuju jaringan Sungai Metro.
Sugeng Widodo dari Komunitas Kali Ku Lestari Nusantara mengatakan normalisasi Kali Agir penting dilakukan sebagai langkah pemeliharaan sungai, khususnya menghadapi kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.
“Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi aliran Kali Agir. Jangan sampai sedimentasi yang terus menumpuk justru menghambat aliran ketika hujan deras,” ujar Sugeng.
Kali Agir sendiri merupakan salah satu alur air di kawasan Wagir yang berkaitan dengan sistem anak Sungai Metro. Keberadaan alur tersebut memiliki fungsi penting dalam mengalirkan limpasan air dari wilayah sekitar, terutama ketika terjadi peningkatan debit akibat hujan.
Selain persoalan sedimentasi, Pemerintah Desa Sitirejo juga menaruh perhatian terhadap kondisi jembatan yang berada di sekitar aliran sungai. Buang menyebut terdapat beberapa bagian jembatan yang mengalami keretakan.
Persoalan tersebut, lanjutnya, telah dilaporkan kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Pemerintah desa memperoleh informasi bahwa perbaikan jembatan direncanakan dilakukan pada tahun 2026.
“Keretakan di beberapa titik jembatan sudah kami laporkan kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Rencananya tahun ini akan diperbaiki,” terang Buang.
Pemdes Sitirejo berharap normalisasi Kali Agir tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemeliharaan alur sungai dan perbaikan infrastruktur pendukung dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fungsi sungai tetap terjaga dan masyarakat lebih terlindungi dari potensi luapan air saat musim hujan.(Nes)












