MALANG, pendoposatu.id— Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang tengah mendorong perubahan pola kerja perusahaan agar lebih terukur dan profesional. Penataan organisasi dan penguatan indikator kinerja menjadi bagian penting yang dibidik manajemen untuk meningkatkan efektivitas perusahaan sekaligus kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui studi pembelajaran ke Perum Jasa Tirta I di Malang, 29 September 2026. Bukan hanya bertukar informasi, agenda tersebut dimanfaatkan untuk menggali pola pengelolaan perusahaan yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah Key Performance Indicator (KPI). Sistem indikator kinerja dinilai penting agar target perusahaan tidak berhenti pada rencana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi ukuran pencapaian yang jelas bagi setiap bagian.
Selain KPI, penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) juga menjadi pembahasan. Perumda Tirta Kanjuruhan ingin memastikan struktur internal perusahaan mampu mendukung pembagian kewenangan, tanggung jawab, dan target kerja secara lebih efektif.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Samsul Hadi menegaskan bahwa proses pembenahan perusahaan membutuhkan kemauan untuk terus belajar dari pengelolaan lembaga lain.
“Kunjungan silaturahmi dan studi banding ke Perum Jasa Tirta I ini merupakan langkah nyata manajemen untuk terus belajar dan berbenah. Melalui optimalisasi tata kelola, penataan SOTK, serta penerapan KPI yang terukur, kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan dan masyarakat Kabupaten Malang,” ujarnya, Jumaat (9 Oktober 2026) saat dikonfirmasi via telpon.
Studi pembelajaran tersebut melibatkan jajaran direksi, Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), serta para kepala bagian di lingkungan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Dari pihak Perum Jasa Tirta I, rombongan diterima Sekretaris Perusahaan, Vice President Manajemen Risiko, dan Kepala Divisi Human Capital. Pertemuan kemudian berkembang menjadi forum pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan organisasi dan manajemen perusahaan.
Bagi Perumda Tirta Kanjuruhan, pembenahan tata kelola memiliki kaitan langsung dengan kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional. Struktur kerja yang jelas dan indikator yang terukur diharapkan dapat memudahkan evaluasi sekaligus memperkuat akuntabilitas setiap lini perusahaan.
Agenda tersebut juga ditandai dengan penyerahan cinderamata antar lembaga. Selain itu, Perumda Tirta Kanjuruhan memberikan dukungan sponsorship untuk penerbitan buku Brantas dan Karangkates.
Kerja sama itu sekaligus menjadi bagian dari penguatan hubungan kelembagaan dalam mendukung perhatian terhadap pengelolaan dan kelestarian sumber daya air di Jawa Timur.
Manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan selanjutnya akan melihat berbagai hasil pembelajaran dari kegiatan tersebut untuk disesuaikan dengan kebutuhan internal perusahaan.
Target akhirnya bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan terciptanya sistem kerja yang lebih efektif, indikator kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pelayanan air minum yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Malang.(Dir)












