Malang, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten Malang mulai mempercepat penguatan layanan kesehatan dasar dengan fokus pada perluasan lahan puskesmas dan penambahan tenaga kesehatan di sejumlah wilayah. Langkah tersebut ditegaskan usai kunjungan Bupati Sanusi bersama jajaran ke empat puskesmas yakni Pakisaji, Ngajum, Wonosari dan Kromengan, Kamis (21/5/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan, evaluasi lapangan menunjukkan beberapa puskesmas membutuhkan perluasan fasilitas agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih optimal.
“Pak Bupati memberikan arahan agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan, terutama untuk rawat inap dan kebutuhan fasilitas pendukung,” ujar dr. Wiyanto kepada awak media.
Menurutnya, persoalan utama yang ditemukan di beberapa puskesmas adalah keterbatasan lahan dan kapasitas ruang pelayanan yang sudah tidak ideal dengan jumlah pasien.
Di Puskesmas Ngajum misalnya, Pemkab Malang langsung menyiapkan rencana pembelian lahan milik warga seluas sekitar 250 meter persegi untuk pengembangan ruang rawat inap.
“Karena lahannya sempit, maka perlu ada perluasan. Selain itu juga ada rencana tambahan lahan sekitar 2.000 meter persegi untuk area parkir,” jelasnya.
Hal serupa juga dilakukan di Puskesmas Wonosari. Meski memiliki area cukup luas, kapasitas ruang rawat inap dinilai masih terlalu sempit sehingga membutuhkan tambahan lahan sekitar 1.000 meter persegi.
“Rawat inapnya masih terlalu berhimpitan sehingga perlu pengembangan lagi,” katanya.
Sementara itu, Puskesmas Pakisaji menjadi perhatian khusus karena diproyeksikan naik kelas menjadi rumah sakit tipe D. Saat ini Dinas Kesehatan diminta segera menyusun feasibility study (FS) sebagai dasar pengembangan.
“Pakisaji potensinya besar karena lahannya cukup luas. Maka diarahkan untuk dipersiapkan menjadi rumah sakit tipe D,” ungkap dr. Wiyanto.
Sedangkan di Puskesmas Kromengan, fokus penguatan diarahkan pada penambahan tenaga dokter agar pelayanan medis semakin maksimal.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemkab Malang sebelumnya telah merekrut lebih dari 100 tenaga kesehatan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Rekrutmen BLUD kemarin sekitar 105 sampai 110 tenaga kesehatan dari berbagai profesi dan sekarang sudah mulai bekerja di puskesmas masing-masing,” jelasnya.
Tenaga kesehatan yang direkrut terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, fisioterapis hingga tenaga administrasi kesehatan.
Langkah percepatan penguatan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Malang meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat puskesmas.
Penulis : nes











