Pemkab Malang Percepat Perluasan Puskesmas, Fokus Tambah Lahan dan Tenaga Kesehatan

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malang, HM Sanusi Saat Berdiskusi Dengan Kepala Dinas Kesehatan, drg. Wiyanto Wijoyo (membelakangi lensa) Terkait Pelayanan Sarana Dan Prasarana Kesehatan Puskesmas

Bupati Malang, HM Sanusi Saat Berdiskusi Dengan Kepala Dinas Kesehatan, drg. Wiyanto Wijoyo (membelakangi lensa) Terkait Pelayanan Sarana Dan Prasarana Kesehatan Puskesmas

 

MALANG, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai mempercepat penguatan layanan kesehatan dasar dengan fokus pada perluasan lahan puskesmas dan penambahan tenaga kesehatan di sejumlah wilayah. Langkah tersebut ditegaskan usai kunjungan Bupati Sanusi bersama jajaran ke empat puskesmas yakni Pakisaji, Ngajum, Wonosari dan Kromengan, Kamis (21 Mei 2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan, evaluasi lapangan menunjukkan beberapa puskesmas membutuhkan perluasan fasilitas agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih optimal.

“Pak Bupati memberikan arahan agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan, terutama untuk rawat inap dan kebutuhan fasilitas pendukung,” ujar dr. Wiyanto kepada awak media.

Menurutnya, persoalan utama yang ditemukan di beberapa puskesmas adalah keterbatasan lahan dan kapasitas ruang pelayanan yang sudah tidak ideal dengan jumlah pasien.

Di Puskesmas Ngajum misalnya, Pemkab Malang langsung menyiapkan rencana pembelian lahan milik warga seluas sekitar 250 meter persegi untuk pengembangan ruang rawat inap.

“Karena lahannya sempit, maka perlu ada perluasan. Selain itu juga ada rencana tambahan lahan sekitar 2.000 meter persegi untuk area parkir,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan di Puskesmas Wonosari. Meski memiliki area cukup luas, kapasitas ruang rawat inap dinilai masih terlalu sempit sehingga membutuhkan tambahan lahan sekitar 1.000 meter persegi. “Rawat inapnya masih terlalu berhimpitan sehingga perlu pengembangan lagi,” katanya.

Sementara itu, Puskesmas Pakisaji menjadi perhatian khusus karena diproyeksikan naik kelas menjadi rumah sakit tipe D. Saat ini Dinas Kesehatan diminta segera menyusun feasibility study (FS) sebagai dasar pengembangan.

“Pakisaji potensinya besar karena lahannya cukup luas. Maka diarahkan untuk dipersiapkan menjadi rumah sakit tipe D,” ungkap dr. Wiyanto.

Sedangkan di Puskesmas Kromengan, fokus penguatan diarahkan pada penambahan tenaga dokter agar pelayanan medis semakin maksimal.

Baca Juga :  Jalan Longsor 21 Meter di Dusun Krajan Belum Tertangani Sejak 2022, Pemdes Klampok Desak Pemkab Malang Bertindak

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemkab Malang sebelumnya telah merekrut lebih dari 100 tenaga kesehatan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Rekrutmen BLUD kemarin sekitar 105 sampai 110 tenaga kesehatan dari berbagai profesi dan sekarang sudah mulai bekerja di puskesmas masing-masing,” jelasnya.

Tenaga kesehatan yang direkrut terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, fisioterapis hingga tenaga administrasi kesehatan.

Langkah percepatan penguatan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Malang meningkatkan loyalitas, kualitas dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat puskesmas.(Nes)

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Padati Bersih Desa Kalisongo 2026, Wayang Kulit Jadi Penggerak Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal
Kejurnas Sepatu Roda Perkuat Posisi Malang Raya Sebagai Destinasi Sport Tourism
Bakorwil Malang Dukung JWM Menjadi Motor Sport Tourism Pembangunan Kawasan Selatan Jatim
Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa
Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah
Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam
Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya
Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:16 WIB

Warga Padati Bersih Desa Kalisongo 2026, Wayang Kulit Jadi Penggerak Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal

Senin, 13 Juli 2026 - 01:58 WIB

Kejurnas Sepatu Roda Perkuat Posisi Malang Raya Sebagai Destinasi Sport Tourism

Senin, 13 Juli 2026 - 01:20 WIB

Bakorwil Malang Dukung JWM Menjadi Motor Sport Tourism Pembangunan Kawasan Selatan Jatim

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:48 WIB

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:47 WIB

Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:53 WIB

Gabungan Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan Dan Dinas Terkait Memantau Harga Distribusi Pangan Di Pasar Bangil

Berita Terbaru