Tegangan Politik DPRD Malang Mereda, PKB Dan PDIP Pilih Perkuat Sinergi Tanpa Interpelasi

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Ketua Fraksi PKB, Abdulloh Satar dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang saat bertemu di Kantor DPC PDI Perjuangan Kepanjen (Foto: Seno pendoposatu.id)

Pertemuan Ketua Fraksi PKB, Abdulloh Satar dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang saat bertemu di Kantor DPC PDI Perjuangan Kepanjen (Foto: Seno pendoposatu.id)

 

MALANG, pendoposatu.id – Dinamika politik yang sempat memanas di internal DPRD Kabupaten Malang mulai menemukan titik temu. Dua kekuatan utama, Fraksi PKB dan Fraksi PDI Perjuangan, sepakat mengedepankan komunikasi politik dan menutup opsi penggunaan hak interpelasi maupun angket.

Kesepahaman tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Fraksi PKB, Abdulloh Satar, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Qodir, Selasa (5 Mei 2026), di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Pertemuan berlangsung cair, namun menghasilkan pesan politik yang tegas, stabilitas harus diutamakan.

Abdulloh Satar menegaskan, komunikasi lintas fraksi menjadi kunci meredam fragmentasi di tubuh legislatif. Ia menilai perbedaan sikap politik tidak boleh berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Kami ingin memastikan DPRD tetap solid. Perbedaan pandangan adalah hal biasa, tapi tidak boleh mengganggu kerja-kerja kelembagaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai bagian dari pengusung pemerintahan daerah, PKB dan PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab menjaga iklim politik tetap kondusif. Fokus utama, menurutnya, adalah memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap efektif dan berpihak pada masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinan daerah bisa berjalan optimal. Pengawasan tetap kita perkuat, tapi dalam koridor kemitraan yang konstruktif,” imbuhnya.

Sikap serupa disampaikan Abdul Qodir. Politisi yang akrab disapa Adeng ini menilai, komunikasi politik tidak boleh berhenti pada satu momentum, melainkan harus menjadi budaya dalam membangun daerah.

“Kebersamaan adalah fondasi utama politik. Kita tidak boleh terjebak dalam polemik yang justru menghambat tujuan besar, yakni kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Adeng juga mengingatkan pentingnya menekan ego sektoral di tengah dinamika politik yang berkembang. Ia menyebut polemik yang terjadi belakangan sebagai bahan evaluasi bersama agar ke depan lebih mengedepankan dialog yang sehat.

Baca Juga :  Seleksi JPTP Tiga OPD Pemkab Malang Diuji Integritas, Ketua Pansel Tegas: “Tak Ada Titipan, Semua Berbasis Nilai”

“Tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri. Semua harus saling melengkapi, dan dinamika ini menjadi pembelajaran agar kita lebih dewasa dalam berpolitik,” katanya.

Dengan terbangunnya komunikasi ini, polemik yang sempat mencuat—terkait agenda Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden RI—dipastikan tidak berlanjut ke langkah politik formal seperti interpelasi atau angket.

Sebagai gantinya, DPRD akan mengedepankan mekanisme evaluasi melalui fungsi pengawasan bersama mitra eksekutif. Langkah ini dinilai lebih produktif untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan kinerja pemerintahan tetap terkontrol.

Kesepakatan PKB dan PDI Perjuangan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Kabupaten Malang memilih jalur kolaborasi dibanding konfrontasi, demi menjaga kondusivitas politik dan keberlanjutan pembangunan daerah.(Nes)

Penulis : Ones

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung
Rakor Bakorwil Malang Dan BKD Provinsi Jatim, Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Manajemen ASN
Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak
34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur
Menelisik Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Malang: Antara Kebutuhan, Efisiensi, Dan Diamnya APH
Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla
Kopi Jos Jiz Siap Bersaing di Pasar Nasional, Dan Diharapkan Dapat Meningkatkan Perekonomian Daerah
Lahan Bekas TPA Disulap Jadi KDKMP

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB