RSUD Ngantang Kejar Kerja Sama BPJS, Terkendala SDM dan Minimnya Sarana Medis

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Plt Direktur RSUD Ngantang, Dr.dr. Henri Sulistianto saat diwawancara awak media

Ket foto. Plt Direktur RSUD Ngantang, Dr.dr. Henri Sulistianto saat diwawancara awak media

Malang, pendoposatu.id – Upaya RSUD Ngantang, Kabupaten Malang, untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih terganjal berbagai kekurangan mendasar. Persyaratan utama berupa kecukupan sumber daya manusia (SDM), fasilitas medis, serta sarana dan prasarana hingga kini belum terpenuhi, sehingga proses kredensialing belum dapat dilakukan.

Plt Direktur RSUD Ngantang, Dr. dr. Henri Sulistianto, Sp.OG., menegaskan bahwa kondisi rumah sakit saat ini belum siap untuk memenuhi standar kerja sama dengan BPJS. Ia menyebut hampir seluruh aspek pelayanan masih dalam kondisi kekurangan.

“Target terdekat kami adalah kerja sama dengan BPJS. Tapi untuk itu banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi, sementara kami masih kekurangan SDM, alat, serta sarana dan prasarana,” tegasnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Henri, tanpa pemenuhan komponen dasar tersebut, RSUD Ngantang tidak akan mampu memberikan layanan yang sesuai standar BPJS. Hal ini berdampak langsung pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terjamin pembiayaannya.

“Kalau dipaksakan berjalan seperti rumah sakit lain, kami masih sangat jauh dari mencukupi. Semua aspek masih kurang,” ujarnya.

Dalam proses kredensialing BPJS, rumah sakit diwajibkan memiliki tenaga medis yang memadai, termasuk dokter spesialis, serta dukungan alat kesehatan yang lengkap dan berfungsi optimal. Namun, kondisi di RSUD Ngantang justru menunjukkan sebaliknya.

Henry mengungkapkan, dari sisi layanan spesialis kandungan saja, fasilitas yang tersedia belum memenuhi standar minimal. Bahkan alat dasar untuk menangani persalinan tidak tersedia.

“Dari sisi saya sebagai dokter spesialis kandungan, alat untuk menolong persalinan saja tidak ada. Lalu saya harus bekerja seperti apa?” ungkapnya.

Ia juga menyoroti ketiadaan alat penting seperti fetal monitor untuk memantau detak jantung bayi. Padahal, alat tersebut menjadi syarat utama dalam pelayanan persalinan normal yang aman.

Baca Juga :  Bromo Sunset Festival Musik 2025, Jajuk Rendra Kresna: Pemerintah Hadir Memberikan Hiburan Untuk Masyarakat 

“Alat rekam jantung bayi itu wajib ada. Tanpa itu, kita tidak bisa memastikan kondisi bayi. Ini jelas belum memenuhi standar,” katanya.

Selain itu, sejumlah peralatan medis lain seperti ventilator juga belum dapat difungsikan secara optimal karena kekurangan komponen pendukung.

“Ada ventilator, tapi tidak bisa dipakai karena konektornya kurang. Jadi tetap tidak bisa melayani pasien,” tambahnya.

Tak hanya alat, kekurangan tenaga medis juga menjadi kendala serius. Henri menyebut kebutuhan SDM di RSUD Ngantang masih jauh dari ideal, sehingga pelayanan tidak bisa berjalan maksimal.

“Untuk memenuhi syarat BPJS, SDM harus cukup. Sementara kami masih sangat terbatas, bahkan untuk operasional dasar saja belum optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan anggaran untuk rekrutmen tenaga kesehatan, percepatan kerja sama BPJS akan sulit tercapai.

“Saat ini kami mentok di rekrutmen karena tidak ada dana. Padahal ini sangat krusial,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah memprioritaskan pemenuhan syarat kerja sama BPJS sebagai langkah awal pengembangan RSUD Ngantang.

“Prioritas utama adalah memenuhi tenaga spesialis terlebih dahulu agar bisa segera kredensialing dengan BPJS,” jelasnya.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran dan regulasi menjadi faktor penghambat, termasuk larangan pengangkatan tenaga honorer. Untuk itu, Pemkab Malang tengah mempercepat penyelesaian status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai solusi fleksibilitas pengelolaan SDM.

“BLUD kita selesaikan dulu, agar nanti bisa lebih fleksibel dalam pengadaan tenaga,” katanya.

Dari sisi sarana, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran setiap tahun, meski belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan sekaligus.

“Ada anggaran miliaran setiap tahun, tapi karena efisiensi, pemenuhannya bertahap. Yang penting sekarang BPJS dulu bisa tercapai,” ujarnya.

Baca Juga :  Krisis Murid di SDN 1 Pulungdowo Terbuka, Bupati Malang Tegaskan Sekolah di Bawah Standar Siap Digabung

Pemkab Malang menargetkan kerja sama BPJS dapat segera terwujud setelah persyaratan minimal terpenuhi. Namun, proses pemenuhan SDM dan fasilitas dipastikan berjalan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Kebutuhan SDM ideal sekitar 200 orang. Tapi ini tidak bisa langsung dipenuhi, harus bertahap,” jelas Wiyanto.

Sementara itu, pihak RSUD Ngantang berharap percepatan realisasi dukungan anggaran dan kebijakan dapat segera dilakukan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa meningkat.

“Kalau semua syarat bisa dipenuhi, kami siap bekerja cepat. Target kami jelas, segera kerja sama dengan BPJS agar pelayanan bisa maksimal,” pungkas Henri.

Penulis : nes

Berita Terkait

Dampak Fullday School, Wabup Malang Tekankan Penguatan Pesantren dan Payung Hukum Pendidikan
May Day 2026 di Sayap Mas Malang, PDI Perjuangan Angkat Peran Buruh Perempuan dan Desak Realisasi Tri Layak
Roti Kentang No Sugar Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Pasar, Siap Penuhi Ribuan Pesanan Hardiknas
Pengelolaan Limbah SPPG, DLH Kabupaten Malang Dorong Kepatuhan dan Pendampingan Intensif
Program Makan Bergizi Dinilai Efektif, GAPEMBI Perkuat Sinergi UMKM dan Ketahanan Pangan
Didik Gatot Subroto Instruksikan Konsolidasi Total Kader, Targetkan Rebut Seluruh Kontestasi Politik
GAPEMBI Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Malang Raya, Target 400 SPP Segera Beroperasi
Bupati Malang Tegaskan Pelantikan JPT Pratama Sesuai Aturan, Bantah Isu Nepotisme

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:05 WIB

RSUD Ngantang Kejar Kerja Sama BPJS, Terkendala SDM dan Minimnya Sarana Medis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dampak Fullday School, Wabup Malang Tekankan Penguatan Pesantren dan Payung Hukum Pendidikan

Kamis, 30 April 2026 - 18:40 WIB

May Day 2026 di Sayap Mas Malang, PDI Perjuangan Angkat Peran Buruh Perempuan dan Desak Realisasi Tri Layak

Selasa, 28 April 2026 - 19:05 WIB

Roti Kentang No Sugar Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Pasar, Siap Penuhi Ribuan Pesanan Hardiknas

Minggu, 26 April 2026 - 22:24 WIB

Program Makan Bergizi Dinilai Efektif, GAPEMBI Perkuat Sinergi UMKM dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Didik Gatot Subroto Instruksikan Konsolidasi Total Kader, Targetkan Rebut Seluruh Kontestasi Politik

Jumat, 24 April 2026 - 15:09 WIB

GAPEMBI Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Malang Raya, Target 400 SPP Segera Beroperasi

Kamis, 23 April 2026 - 05:42 WIB

Bupati Malang Tegaskan Pelantikan JPT Pratama Sesuai Aturan, Bantah Isu Nepotisme

Berita Terbaru