Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Malang 2026: Hentikan Sandiwara, Bongkar Mafia Jabatan Jika Masih Ada

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Malang, pendoposatu.id – Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemkab Malang Tahun 2026 tidak butuh pujian, tidak butuh seremoni, dan tidak butuh klaim normatif. Yang dibutuhkan publik hanya satu hal: kejujuran total. Jika seleksi ini bersih, buktikan. Jika tidak, hentikan sandiwara bernama “seleksi terbuka”.

Publik sudah terlalu sering disuguhi pola yang sama. Aturan lengkap, syarat panjang, pakta integritas ditandatangani, tetapi ujungnya tetap satu: jabatan jatuh ke tangan orang yang “sudah disiapkan”. Ini bukan tuduhan, ini ingatan kolektif yang belum pernah benar-benar dipatahkan oleh birokrasi.

Tiga jabatan strategis yang diseleksi—Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan—adalah jabatan basah kewenangan dan anggaran. Menutup mata terhadap potensi transaksi jabatan di posisi ini sama saja dengan membiarkan bom waktu di jantung pemerintahan daerah.
Jangan lagi berpura-pura tersinggung ketika publik curiga. Kecurigaan itu lahir karena praktik kotor selalu selamat, sementara transparansi selalu setengah hati.

Jika hasil seleksi nanti kembali melahirkan nama-nama “langganan”, figur dengan rekam jejak abu-abu, atau kandidat yang naik terlalu mulus tanpa perlawanan kompetitif, maka publik berhak menyimpulkan: ini bukan seleksi, ini distribusi jabatan.

Panitia seleksi tidak boleh bersembunyi di balik kata independen. Independensi harus terlihat, bukan diklaim. Nilai asesmen, bobot penilaian, hasil uji kompetensi, dan alasan penetapan tiga besar wajib dibuka. Jika tidak, publik patut bertanya: apa yang sedang disembunyikan? Lebih memalukan lagi jika ruang partisipasi masyarakat hanya menjadi kosmetik.

Ketika laporan publik tentang rekam jejak calon diabaikan, maka birokrasi sedang mengatakan secara terbuka bahwa suara rakyat tidak penting. Ini bukan reformasi birokrasi, ini arogansi kekuasaan.

Pemkab Malang harus sadar, seleksi JPT Pratama 2026 bukan agenda internal. Ini konsumsi publik. Ini pertaruhan legitimasi. Jika ada satu saja aroma titipan, satu saja indikasi transaksi, maka narasi “ASN profesional dan berintegritas” runtuh tanpa perlu diserang.

Lebih baik jujur mengatakan jabatan ditentukan oleh kekuasaan, daripada terus menjual mitos meritokrasi yang kosong. Karena pejabat yang membeli jabatan tidak pernah datang untuk melayani, mereka datang untuk menagih.

Pesan ini jelas, keras, dan tidak bisa dinegosiasikan: hentikan mafia jabatan sekarang juga. Jika seleksi ini masih dikotori praktik transaksional, maka publik bukan hanya berhak mengawasi, tetapi wajib melawan dengan membuka semuanya ke ruang terang.

Seleksi terbuka bukan tempat bermain. Jika masih ada yang berani bermain, jangan salahkan publik jika menyebutnya: birokrasi sedang dijarah dari dalam.

Penulis : Opini Netizen

Berita Terkait

Menelisik Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Malang: Antara Kebutuhan, Efisiensi, Dan Diamnya APH
Peringati Hari Kucing Sedunia 8 Agustus, Masyarakat Diajak Peduli Kesejahteraan Kucing Jalanan
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Mini Kompetisi E-katalog v.6 Mulai Diterapkan di Kabupaten Malang, Proyek Konstruksi Masuk Persaingan Ketat
Seleksi JPTP Kabupaten Malang: Ujian Sistem Merit di Tengah Isu “Titipan” dan Resistensi Internal OPD
Anak Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid, Cermin Kelalaian Sosial di Tengah Kesalehan Simbolik
Red Valley Tunjukkan Kelasnya di MCC Melalui Lagu Marah Hingga Merah
Angkat Isu Korupsi dan Ketidakadilan, Teater Hitam Putih FEB UM sajikan Drama berjudul “Tangis”

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Senin, 2 November 2026 - 13:06 WIB

Peringati Hari Jadi ke-821 Warga Ikuti Senam Akbar Dan Bhakti Sosial

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polres Pasuruan Berhasil Tangkap 4 Tersangka Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Aliansi Lembaara Tora Tuntut Sengketa Agraria Dan Mafia Tanah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Anggota DPRD Tulungagung Serukan Persatuan Dan Perang Lawan Narkoba

Berita Terbaru

Normalisasi Sungai Agir Kecamatan Wagir kabupaten Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:28 WIB

You cannot copy content of this page