Pemkab Malang Buka Selter JPT Pratama, Lima OPD Kosong Tapi BKN Hanya Setujui Tiga Jabatan

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Sekretaris Daerah kabupaten Malang, Budiar Anwar

Ket foto. Sekretaris Daerah kabupaten Malang, Budiar Anwar

 

Malang, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang resmi membuka Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2026. Pengumuman seleksi dibuka mulai 26 Januari hingga 9 Februari 2026, menyasar tiga jabatan strategis di lingkungan Pemkab Malang.

Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor 2/PANSEL/JPTP-MLG/I/2026, yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi JPTP, Dr. Ir. Budiar Anwar, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malang. Tiga jabatan yang dibuka dalam seleksi kali ini yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Namun, di tengah dibukanya seleksi tersebut, muncul fakta penting bahwa sebenarnya terdapat lima jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong di lingkungan Pemkab Malang. Dari lima jabatan itu, hanya tiga yang mendapat persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk dilelang secara terbuka.

Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa kewenangan persetujuan seleksi jabatan sepenuhnya berada di tangan BKN. Pemkab Malang, kata dia, telah mengusulkan seluruh jabatan kosong tersebut.

“Kami sudah mengajukan lima jabatan yang kosong ke BKN, tetapi yang turun persetujuannya hanya tiga. Semua yang mengatur itu BKN,” ujar Budiar saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, sistem manajemen kepegawaian nasional saat ini semakin ketat, terintegrasi, dan transparan. Seluruh proses mutasi, promosi, hingga pengisian jabatan tinggi pratama dapat dipantau langsung oleh BKN melalui aplikasi nasional.

“Sekarang kalau menempatkan pejabat, BKN pasti tahu. Tidak bisa main-main lagi,” tegasnya.

Menjawab isu miring terkait makelar atau calo jabatan, Budiar memastikan bahwa proses seleksi berlangsung objektif, profesional, dan sesuai aturan perundang-undangan. Ia menegaskan, panitia seleksi bekerja independen dan tidak memberi ruang intervensi.

Baca Juga :  Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Dinilai Abaikan Luka Tragedi Kanjuruhan

“Kami fair, panitia juga fair. Saya sebagai ketua panitia seleksi, di situasi seperti sekarang ini siapa yang berani main-main,” tandasnya.

Saat ini, tahapan seleksi masih berada pada fase awal, yakni pendaftaran dan unggah berkas administrasi. Menariknya, seleksi JPT Pratama ini dibuka secara nasional, sehingga memungkinkan peserta dari luar daerah bahkan luar pulau untuk ikut bersaing.

“Ini masih tahap opening. Pendaftarnya terbuka, dari luar daerah juga boleh. Bahkan ada yang dari luar Jawa, dari Makassar kalau tidak salah,” ungkap Budiar.

Meski terbuka secara nasional, Budiar menegaskan bahwa persyaratan kepangkatan dan diklat kepemimpinan tetap menjadi syarat mutlak.

“Yang jelas harus memenuhi Diklat Kepemimpinan dan syarat kepangkatan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar dinilai masih minim. Bahkan, untuk posisi Kepala Satpol PP, baru tercatat satu orang pendaftar.

“Satpol PP itu baru satu pendaftar, yang lain belum ada,” tegasnya.

Budiar kembali menekankan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi pelamar dari luar daerah. Standar kepangkatan tetap menjadi acuan utama dalam seleksi.

“Kalau mau mendaftar kepala dinas, pangkatnya harus sesuai. Minimal IV/a atau IV/b,” pungkasnya.

Penulis : nes

Berita Terkait

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur
Kas Hartadi Soroti Potensi Pesepak Bola Muda Lawang, Siadi Cup Dinilai Jadi Jalur Menuju Level Profesional
Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!
Bupati Pasuruan Resmikan Open House Dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu
AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup
Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim
DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru