Malang, pendoposatu.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memiliki fondasi pendidikan yang kuat, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Namun, ia mengingatkan agar kualitas dan daya guna lembaga pendidikan, khususnya di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang, terus ditingkatkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Budiar Anwar saat menghadiri peresmian gedung baru LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, di Kecamatan Pakisaji, Sabtu (3/1/2026), yang dinilainya sebagai momentum penting penguatan tata kelola pendidikan NU.
“Sekarang NU sudah oke. Ada pendidikan perguruan tinggi, ada Universitas Islam Malang. Rata-rata kyainya juga punya pondok pesantren. Tapi ini tetap perlu ditingkatkan lagi,” tegas Budiar Anwar.
Ia menekankan bahwa keberadaan gedung baru harus diiringi dengan kinerja lembaga yang produktif dan aplikatif. Menurutnya, banyak lembaga pendidikan memiliki unit penjaminan mutu, namun belum mampu menerapkan hasil kajian secara konkret.
“Banyak perguruan tinggi punya Lembaga Penjaminan Mutu, tapi tidak berdaya. Hasil kajiannya hanya ditumpuk. LP Ma’arif harus bisa menerapkan kajian untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Budiar Anwar juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan peningkatan daya saing global. Ia mencontohkan kerja sama Universitas Islam Malang (Unisma) dengan mitra dari China dalam pengembangan pertanian jagung, serta mengapresiasi capaian SMK NU Nusa Poncokusumo yang berhasil meraih sertifikasi ISO 21001:2018 di bidang pendidikan.
“ISO 21001:2018 tidak lepas dari manajemen dan sumber daya manusia. Ini membutuhkan capacity building, peningkatan SDM, hingga penguatan organisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah, menegaskan bahwa kemandirian merupakan nilai dasar Ma’arif sejak awal berdirinya NU.
“Kemandirian Ma’arif lahir dari pergerakan masyarakat. Dari kepercayaan itulah akhirnya terbangun kemandirian,” katanya.
Ia menambahkan, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang telah membangun sistem manajemen dan database terintegrasi melalui JAMaNU (Jaringan Madrasah Ma’arif NU) untuk memetakan potensi sekolah dari tingkat akreditasi hingga kesiapan menuju standar nasional dan internasional.
“Dari database itu kami tahu sekolah yang potensial untuk naik ke level nasional maupun internasional. Target kami jelas, Ma’arif menuju kelas dunia,” tandasnya.
Saat ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang tengah menuntaskan proses sertifikasi ISO 21001:2018, yang ditargetkan rampung dan diterima bulan ini, sebagai langkah konkret mewujudkan pendidikan Ma’arif yang mandiri, profesional, dan berdaya saing global.
Penulis : nes











