Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Malang Mohammad Risqi Irvansyah (tengah), Akademisi dan Praktisi Hukum Yusuf Eko Nahuddin, S.H., M.H., (kanan) tokoh pemuda lintas etnis M Nur Rois (Foto: Agus pendoposatu.id)

Anggota DPRD Kabupaten Malang Mohammad Risqi Irvansyah (tengah), Akademisi dan Praktisi Hukum Yusuf Eko Nahuddin, S.H., M.H., (kanan) tokoh pemuda lintas etnis M Nur Rois (Foto: Agus pendoposatu.id)

Spread the love

 

MALANG, Pendoposatu.id – Karang Taruna di Kabupaten Malang didorong untuk keluar dari zona nyaman, tak lagi sekadar menjadi penyelenggara acara seremonial tahunan atau sibuk membawa proposal, para pemuda desa kini dituntut membawa ide dan bertransformasi menjadi penggerak ekonomi serta benteng sosial di tingkat akar rumput.

Gagasan perubahan paradigma ini mengemuka dalam diskusi panel dan rekaman podcast R2J yang digelar di RKP Gondanglegi, Kabupaten Malang. Diskusi yang rutin digagas setiap bulan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari jajaran DPRD Kabupaten Malang, akademisi, praktisi hukum, hingga tokoh pemuda lintas etnis.

Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra, Mohammad Risqi Irfansyah, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, peran pemuda desa tidak boleh lagi dierdilkan hanya sebagai pelengkap momen-momen tertentu.

“Kita ingin pemuda Karang Taruna ini multifungsi, jangan hanya ada saat panitia event. Mereka punya potensi besar untuk membangun dan berkarya buat desanya,” tegas Risqi

“Kedepan, dari sisi regulasi dan anggaran di Dispora, kita di dewan siap support agar kapasitas pemuda ini benar-benar berkembang,” ujar Risqi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Pandangan senada disampaikan oleh akademisi sekaligus praktisi hukum Yusuf Eko Nahuddin, S.H., M.H. Ia menekankan pentingnya Karang Taruna “naik kelas” menjadi organisasi modern yang mandiri, kreatif, dan akuntabel sesuai amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Salah satu langkah konkret yang ditawarkan adalah menggandeng perguruan tinggi untuk memajukan potensi ekonomi lokal.

“Karang Taruna sudah tidak zaman lagi kemana-mana membawa proposal, tapi kemana-mana membawa ide,” tegas Yusuf.

“Coba bayangkan kalau Karang Taruna berkolaborasi dengan kampus. Misalnya ada produk UMKM lokal jamu buatan ibu-ibu RT. Karang Taruna yang paham dunia digital bisa berperan di digital marketing, sementara kampus memberikan edukasi dan pendampingan branding. Produk desa langsung punya daya saing di pasar modern,” lanjutnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, sinergi antara pemuda dan perguruan tinggi ini juga disiapkan untuk membuka pelatihan skill bagi remaja putus sekolah, sekaligus membentengi pemuda dari ancaman sosial seperti judi online (judol) dan narkoba.

Terpisah Host acara sekaligus Staf Ajudan Pimpinan DPRD Kabupaten Malang, R. Mansur Awaludin, S.Sos., menjelaskan bahwa ruang diskusi di Studio Podcast R2J diciptakan untuk memangkas sekat antara masyarakat, pemuda, dan pembuat kebijakan.

“Ini ruang bersama untuk menyampaikan aspirasi demi kepentingan publik, tanpa membawa nama kelompok. Kita ingin keberadaan Karang Taruna benar-benar difasilitasi dengan baik oleh pemerintah,” ungkap Mansur.

Ia berharap melalui kegiatan yang digelar ada komitmen penguatan anggaran dari DPRD, dukungan edukasi dari perguruan tinggi, serta semangat kolaborasi anak muda, Kabupaten Malang optimistis mampu mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi desa.(Gus)

Penulis : Agus Setyo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan
Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal
Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI
Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen
Dapat Dukungan 12 Cabor, Ratih Dewi Indarti Resmi Maju di Bursa Ketua KONI Blitar
Jalan Rabat Beton Pringgodani Rampung, Warga Gelar Tasyakuran
Rembuk Stunting Desa Bantur Soroti 41 Anak, Guna Memperkuat Pencegahan
Aksi Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang Usut Tuntas Insiden Kekerasan Dihentikan Polisi, Usai Demo Di Gedung DPRD

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 17:05 WIB

Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 02:21 WIB

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Rabu, 16 September 2026 - 23:17 WIB

Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Rabu, 16 September 2026 - 12:00 WIB

Jalan Rabat Beton Pringgodani Rampung, Warga Gelar Tasyakuran

Rabu, 16 September 2026 - 09:31 WIB

Rembuk Stunting Desa Bantur Soroti 41 Anak, Guna Memperkuat Pencegahan

Selasa, 15 September 2026 - 20:36 WIB

Aksi Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang Usut Tuntas Insiden Kekerasan Dihentikan Polisi, Usai Demo Di Gedung DPRD

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum, saat memotong pita pembukaan Fakultas Pertanian UNITRI didampingi Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Kamis, 17 Sep 2026 - 02:21 WIB

Bupati Malang, H.M Sanusi memukul gong tanda dimulainya PKKMB Universitas Kepanjen (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:17 WIB

You cannot copy content of this page