RSUD Ngantang Kekurangan SDM Dan Alat Medis, DPRD Targetkan Kerja Sama BPJS Tahun Ini

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Malang, Zia’ul Haq (Foto: Seno pendoposatu.id)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Malang, Zia’ul Haq (Foto: Seno pendoposatu.id)

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id – Persoalan belum optimalnya pelayanan RSUD Ngantang kembali menjadi sorotan DPRD Kabupaten Malang. Ketua Komisi IV, Zia Ulhaq, menegaskan bahwa kendala utama rumah sakit milik daerah tersebut bukan pada fasilitas, melainkan kekurangan tenaga dan alat kesehatan yang hingga kini belum terpenuhi.

Menurut Zia, kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya minat masyarakat untuk berobat ke RSUD Ngantang. Warga, kata dia, justru lebih memilih layanan kesehatan lain yang dinilai lebih siap.

“Faktanya di lapangan, masyarakat lebih memilih ke klinik daripada ke RSUD. Ini karena layanan kita belum maksimal,” ujarnya kepada awak media, Selasa (5 Mei 2026).

Ia menekankan, sebagai fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Malang, tanggung jawab pemenuhan tenaga medis tidak bisa dilepas begitu saja. Pemerintah harus hadir memastikan rumah sakit tersebut benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.

“RSUD itu aset daerah. Maka kebutuhan tenaga harus dipenuhi oleh pemerintah, tidak bisa ditunda-tunda,” tegasnya.

Dalam upaya percepatan, DPRD bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit daerah telah menggelar rapat koordinasi. Hasilnya, disepakati skema pemenuhan SDM melalui dukungan dari RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang.

“Kita sudah rapatkan, dan solusinya ada. Dinkes bersama RSUD Kanjuruan dan Lawang siap membantu pemenuhan SDM dengan mekanisme yang sesuai aturan,” jelas Zia.

Ia mengungkapkan, saat ini RSUD Ngantang hanya membutuhkan dua tenaga kesehatan tambahan untuk memenuhi standar layanan. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi, maka rumah sakit siap melangkah ke tahap berikutnya, termasuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kurang dua tenaga saja. Kalau ini terpenuhi, BPJS sudah siap. Mereka sudah komunikasi dengan kami dan tinggal realisasi kerja samanya,” katanya.

Zia memastikan bahwa dari sisi sarana dan prasarana, RSUD Ngantang sebenarnya sudah sangat memadai. Peralatan medis telah dilengkapi melalui dukungan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan.

“Alat tidak ada masalah. Sudah lengkap dari DBHCHT. Tinggal SDM yang harus segera dipenuhi,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong prioritas penguatan rumah sakit daerah sebagai bagian dari pelayanan publik. Keberadaan RSUD Ngantang dinilai strategis untuk menjangkau masyarakat di wilayah Malang Barat.

“RSUD milik daerah harus kita utamakan. Ini penting agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan,” tegasnya.

Zia menargetkan, pada tahun ini RSUD Ngantang sudah dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga mampu melayani pasien secara lebih luas, khususnya masyarakat di Kecamatan Kasembon, Ngantang, dan Pujon.

“Target kita tahun ini sudah kerja sama dengan BPJS. Supaya warga Kasembon, Ngantang, dan Pujon tidak lagi bergantung ke Kota Batu,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, RSUD Ngantang dirancang dengan kualitas yang baik dan fasilitas lengkap. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika pemanfaatannya belum maksimal hanya karena kekurangan tenaga.

“Bangunannya bagus, alatnya lengkap. Tinggal bagaimana kita serius memenuhi tenaga kesehatannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ngantang, Dr. dr. Henri Sulistianto, Sp.OG., usai dikunjungi Bupati Malang, mengungkapkan secara tegas bahwa rumah sakit tersebut mengalami kekurangan serius di hampir semua aspek, mulai dari sumber daya manusia (SDM), peralatan medis, hingga sarana dan prasarana.(Nes)

Penulis : Ones

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang
Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka
Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik
Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh
Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya
Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan
Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal
Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 18:18 WIB

Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 20:28 WIB

63 Pedagang Somasi Abdul Qodir, Dana Swadaya Pasar Karangploso Dipertanyakan?

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Gudang Material di Singosari Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page