Antrean Puskesmas Disorot, Bupati Sanusi Turun Langsung Perkuat Layanan Kesehatan

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo

Ket foto. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Persoalan antrean panjang di sejumlah puskesmas menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang. Bupati Malang HM Sanusi dijadwalkan melakukan program Sambang Puskesmas di 33 kecamatan guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan cepat, efektif, dan merata bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus dimulai dari pembenahan alur pelayanan pasien, terutama pada tahap awal kunjungan. Screening awal dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan pelayanan medis di puskesmas.

“Pasien yang datang pertama kali di awal tahun wajib melalui screening awal. Tahapan ini memang membutuhkan waktu, sehingga meja screening harus ditambah agar antrean tidak menumpuk,” tegas drg. Wiyanto Wijoyo saat ditemui awak media di kantornya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, tingginya jumlah kunjungan pasien membuat kapasitas layanan harus disesuaikan. Jika jumlah meja pemeriksaan terbatas, maka waktu tunggu pasien akan semakin panjang. Karena itu, puskesmas didorong menambah jumlah meja pemeriksaan menjadi minimal empat hingga lima titik layanan agar pasien dapat segera ditangani.

“Kalau hanya dua meja pemeriksaan, tentu tidak cukup saat pasien membludak. Dokter, perawat maupun bidan harus ditambah agar pelayanan lebih cepat,” ujarnya.

Selain pemeriksaan medis, pelayanan obat juga menjadi titik krusial yang berpotensi menimbulkan antrean panjang. Selama ini, pelayanan farmasi di beberapa puskesmas masih terbatas pada satu apoteker dan satu atau dua asisten. Kondisi tersebut dinilai belum ideal jika jumlah pasien mencapai ratusan orang per hari.

“Pasien yang sudah diperiksa masih harus antre mengambil obat. Maka perlu tambahan tenaga di apotek untuk membantu menyiapkan dan membungkus obat agar pelayanan lebih lancar,” jelasnya.

Wiyanto memaparkan terdapat empat titik antrean utama yang perlu diperkuat, yakni screening pasien awal, ruang tunggu pemeriksaan, meja pemeriksaan tenaga kesehatan, dan layanan farmasi di apotek. Jika jumlah pasien mencapai 200 orang per hari, maka penambahan meja pelayanan menjadi langkah strategis untuk mempercepat waktu tunggu.

“Satu tahapan screening saja bisa memakan waktu sekitar 15 menit. Karena itu jumlah meja pelayanan harus disesuaikan dengan jumlah pasien yang datang,” katanya.

Dari sisi SDM, Dinas Kesehatan memastikan tenaga medis siap mendukung peningkatan pelayanan di 39 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Malang. Jumlah dokter di tiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah penduduk, sehingga kebutuhan tenaga kesehatan tidak sama di setiap wilayah.

“Wilayah dengan jumlah penduduk besar membutuhkan dokter lebih banyak dibanding wilayah yang jumlah penduduknya lebih sedikit,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap profesional tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga kesabaran dan komunikasi petugas dalam melayani pasien.

“Petugas harus tetap sabar dan tidak mudah terpancing emosi. Pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas,” ujarnya.

Melalui program Sambang Puskesmas, Bupati Malang diharapkan dapat melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan sekaligus memberikan motivasi bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan kinerja.

“Kunjungan Bupati diharapkan dapat memberi semangat bagi petugas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Program Sambang Puskesmas direncanakan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, menyesuaikan agenda Bupati Malang, sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang cepat, tepat, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Penulis : nes

Berita Terkait

Rembuk Stunting Desa Bantur Soroti 41 Anak, Guna Memperkuat Pencegahan
DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif
RSUD Bangil Perkuat Mutu Layanan Dan Keselamatan Pasien
PT Faira Yumn Atmajaya Pemenang Proyek Puskesmas Bululawang Disorot
Lapas Banyuwangi Gelar Funwalk Keluarga Sambut HUT RI ke-81
Tingkatkan Kualitas Kesehatan RSUD Bangil Hadirkan Layanan Vaksin Internasional Resmi Untuk Jamaah Umrah Dan Haji
Peringati HUT RI ke-81, Aksi Donor Darah Pegawai Lapas Banyuwangi Bantu Amankan Stok PMI
Bakorwil Malang Ajak Pemda Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 18:18 WIB

Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 20:28 WIB

63 Pedagang Somasi Abdul Qodir, Dana Swadaya Pasar Karangploso Dipertanyakan?

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Gudang Material di Singosari Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page