Bupati Malang Tinjau Puskesmas Gedangan, Bed Isolasi Jadi Kebutuhan Mendesak

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Kepala Puskesmas Gedangan saat meninjau salah satu ruangan pelayanan rawat inap

Ket foto. Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Kepala Puskesmas Gedangan saat meninjau salah satu ruangan pelayanan rawat inap

MALANG, pendoposatu.id – Kunjungan Bupati Malang HM Sanusi ke Puskesmas Gedangan, Selasa (26/5/2026), membawa harapan baru bagi peningkatan layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Malang. Di tengah keterbatasan fasilitas, tenaga kesehatan di Puskesmas Gedangan tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Gedangan, drg. Dina Rachmasari, mengaku bahagia karena pelayanan yang selama ini dilakukan mendapat perhatian langsung dari Bupati Malang. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Gedangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Bahagia banget didatangi Bupati Malang. Kami bisa menunjukkan bagaimana pelayanan di Gedangan selama ini. Insyaallah kami sudah memberikan yang terbaik untuk warga Kecamatan Gedangan dan semoga bermanfaat,” ujar Dina saat ditemui awak media usai mendampingi kunjungan Bupati Malang.

Dalam kesempatan itu, Dina juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi, terutama terkait fasilitas rawat inap dan ruang isolasi pasien gangguan pernapasan.

Ia menjelaskan, saat ini tempat tidur atau bed di ruang isolasi masih menggunakan bahan kayu dan kondisinya dinilai kurang ideal untuk penanganan pasien dengan gangguan pernapasan.

“Kami tadi meminta bantuan pengadaan bed karena memang sangat dibutuhkan. Alhamdulillah tadi sudah disetujui. Yang paling urgent memang ruang rawat inap dan bed untuk ruang isolasi,” katanya.

Menurut Dina, ruang isolasi tersebut diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit menular, khususnya gangguan pernapasan, sehingga membutuhkan tempat tidur fleksibel agar pasien lebih nyaman saat menjalani perawatan.

“Kalau pasien gangguan pernapasan itu bed-nya harus fleksibel. Kalau posisi tidur terus, pernapasan pasien bisa terganggu. Selama ini kadang kami harus tukar bed dengan ruangan lain,” ungkapnya.

Tak hanya fasilitas rawat inap, keterbatasan area parkir juga menjadi persoalan serius di Puskesmas Gedangan. Dina berharap ada perluasan lahan untuk mendukung pelayanan, termasuk kemungkinan penambahan ruang rawat inap di masa mendatang.

Baca Juga :  Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung

“Parkir kami sangat terbatas. Harapannya nanti bisa ada perluasan, minimal untuk parkir dulu atau mungkin pengembangan ruang rawat inap,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Gedangan yang jauh dari pusat layanan kesehatan membuat keberadaan Puskesmas Gedangan menjadi sangat vital. Saat ini, Puskesmas Gedangan menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan utama di kecamatan tersebut.

“Gedangan itu jauh dari mana-mana. Kalau pasien harus dirujuk ke rumah sakit kasihan juga. Sementara di sini kami hanya punya 10 bed. Kalau penuh ya sudah tidak bisa menampung lagi,” tegasnya.

Jumlah pasien yang datang setiap hari pun cukup tinggi. Dalam kondisi normal, kunjungan pasien mencapai sekitar 80 orang per hari. Namun setelah masa libur panjang, angka kunjungan sempat melonjak hingga 130 sampai 140 pasien dalam sehari.

Terkait rencana perluasan lahan, Dina mengungkapkan bahwa area yang dibutuhkan merupakan milik warga sekitar. Pihak puskesmas berharap keluarga pemilik lahan bersedia menjual tanah tersebut demi pengembangan fasilitas kesehatan masyarakat.

Menariknya, sebelum usulan itu disampaikan secara resmi, Bupati Malang disebut sudah lebih dulu menanyakan status kepemilikan lahan di sekitar puskesmas.

“Tadi Pak Bupati bahkan sudah tanya duluan, ini tanahnya siapa. Jadi mungkin beliau memang sudah melihat kebutuhan pengembangan di sini,” ujarnya.

Selain peningkatan fasilitas, Dina juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas pelayanan tenaga kesehatan. Ia berharap seluruh tenaga medis dan pegawai tetap termotivasi dan konsisten memberikan pelayanan terbaik tanpa ada penolakan pasien.

“Harapan kami teman-teman tetap stabil dalam pelayanan, tetap termotivasi, tidak ada pasien yang tertolak dan semuanya bisa terlayani dengan baik. Kami ingin tidak ada komplain, walaupun kadang ada salah paham, kami tetap berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin,” pungkasnya.(SEN)

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa
Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah
Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam
Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya
Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi
Gabungan Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan Dan Dinas Terkait Memantau Harga Distribusi Pangan Di Pasar Bangil
Kortas Tipidkor Polri Geledah 8 Lokasi Sekaligus, Buru Bukti Dugaan Korupsi dan TPPU Bernilai Besar
Penyidikan Dugaan Korupsi Ambulans Diperkuat, Kejari Malang Amankan Puluhan Dokumen Dari Dinkes

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:48 WIB

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:01 WIB

Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:47 WIB

Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:26 WIB

Kortas Tipidkor Polri Geledah 8 Lokasi Sekaligus, Buru Bukti Dugaan Korupsi dan TPPU Bernilai Besar

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:06 WIB

Penyidikan Dugaan Korupsi Ambulans Diperkuat, Kejari Malang Amankan Puluhan Dokumen Dari Dinkes

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:51 WIB

Usulkan Revitalisasi Ratusan Sekolah Di Kabupaten Malang, Baru 20 SD Lolos Verifikasi Awal

Berita Terbaru