MALANG, pendoposatu.id – Sejumlah warga terdampak di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 1 di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mendatangi lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (10 Juli 2026). Mereka menyampaikan sejumlah keberatan, mulai dari minimnya sosialisasi sebelum pembangunan hingga belum terealisasinya janji kompensasi bagi lingkungan sekitar.
Salah seorang perwakilan warga RT 12, Lusi, dalam orasinya mengatakan bahwa “bangunan SPPG berdiri di wilayah RT 12, sedangkan akses masuk berada di RT 10. Menurutnya, sejak awal pembangunan tidak pernah ada musyawarah ataupun sosialisasi kepada warga maupun pengurus RT. Mulai berdiri tidak ada perundingan dengan RT maupun warga. Tahu-tahu pembangunan berjalan,” kata Lusi.
Selain mempersoalkan proses pembangunan, warga juga mempertanyakan manfaat keberadaan SPPG bagi masyarakat sekitar. Lusi mengaku sebagian warga berharap Program MBG dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat, namun hingga kini harapan tersebut dinilai belum terwujud. “Katanya keberadaan MBG bisa membantu warga sekitar, tapi kenyataannya warga di sini hampir tidak ada yang bekerja, kecuali yang masih memiliki hubungan keluarga,” ujarnya.
Lusi menambahkan, warga telah beberapa kali berupaya meminta penjelasan kepada pihak pengelola SPPG. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada pertemuan yang melibatkan warga untuk membahas berbagai persoalan tersebut. “Warga hanya ingin bertemu dengan pengelola agar ada penjelasan. Kami ingin komunikasi yang baik,” tuturnya.
Selain itu, warga mengaku khawatir aktivitas operasional dapur MBG nantinya akan menambah kepadatan lalu lintas di kawasan permukiman. Mereka menilai keluar masuk kendaraan distribusi berpotensi mengganggu akses warga. “Kalau nanti ada mobil keluar masuk setiap hari, kami khawatir bisa mengganggu akses warga karena jalannya tidak terlalu lebar,” ucap Lusi.
Lusi juga mengungkapkan bahwa warga sempat menerima informasi akan adanya perhatian atau kompensasi kepada lingkungan sekitar sebagai dampak operasional SPPG. Namun, menurutnya, hingga kini hal tersebut belum terealisasi. “Dulu sempat dijanjikan akan ada bantuan atau kompensasi untuk lingkungan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang maupun Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keluhan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan informasi.(Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi










