MALANG, pendoposatu.id – Kerusakan bangunan sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat mengungkapkan telah mengusulkan lebih dari 500 lembaga pendidikan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi dan revitalisasi dari pemerintah pusat, namun hingga kini baru sekitar 20 sekolah dasar yang masuk daftar verifikasi awal.
Hal itu disampaikan Kepala Dindik Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, saat mendampingi Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau kondisi SDN Pakisjajar 2 Kecamatan Pakis yang mengalami kerusakan parah pada bagian atap, Kamis (9 Juli 2026).
Menurut Bagus, usulan rehabilitasi diajukan karena masih banyak sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas, terutama bangunan dengan kategori rusak berat dan berisiko mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Kami mengusulkan lebih dari 500 lembaga sekolah untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi maupun revitalisasi, namun yang menentukan tetap pemerintah pusat melalui proses verifikasi,” katanya.
Ia menjelaskan, Dindik telah melakukan pemetaan dan pendataan secara teknis terhadap tingkat kerusakan sekolah sebelum mengajukan proposal ke Kementerian Pendidikan. Data tersebut menjadi dasar penentuan sekolah yang layak mendapatkan bantuan.
“Kami sudah melakukan pemetaan dan melaporkan secara detail tingkat kerusakan sekolah, harapannya usulan yang kami sampaikan bisa mendapatkan persetujuan dari kementerian,” ujarnya.
Dari hasil verifikasi sementara, sekitar 20 sekolah dasar telah masuk dalam daftar awal calon penerima program revitalisasi. Program tersebut akan menggunakan mekanisme swakelola tipe 2, sehingga dana dari pemerintah pusat langsung disalurkan ke sekolah penerima.
“Saat ini baru sekitar 20 sekolah yang masuk daftar sementara, nanti anggarannya langsung masuk ke sekolah karena pelaksanaannya menggunakan swakelola tipe 2,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi menegaskan Pemkab Malang terus berupaya memperbaiki sarana pendidikan yang mengalami kerusakan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah SDN Pakisjajar 2 yang mengalami kerusakan atap akibat usia bangunan yang sudah cukup tua.
Menurut Sanusi, sekolah tersebut akan mendapatkan rehabilitasi menyeluruh pada tahun 2027. Selain memperbaiki bangunan, pemerintah juga berencana menambah ruang kelas karena jumlah siswa terus meningkat setiap tahun.
“Sekolah ini nantinya dibongkar dan dibangun kembali pada 2027 sekaligus ditambah ruang kelas, jumlah murid di sini terus bertambah sehingga membutuhkan ruang belajar yang lebih banyak,” tegas Sanusi.
Sebelum rehabilitasi total dilaksanakan, Pemkab Malang akan melakukan perbaikan sementara pada bagian bangunan yang rusak agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.(NES)
Penulis : Sam Ones
Editor : Redaksi










