MALANG, pendoposatu.id – Kepala Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Artining, S.Sos, mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027. Pesan itu disampaikan saat pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Ketindan Semarak 2026 di Pendopo Desa Ketindan, Minggu (5/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Artining menegaskan pesta demokrasi desa tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di tengah masyarakat. Ia berharap warga tetap mengedepankan komunikasi, gotong royong, dan rasa kekeluargaan.
“Kurang dari delapan bulan lagi saya bersama keluarga akan pamit meninggalkan rumah dinas karena masa jabatan segera berakhir. Tahun 2027 kita akan memasuki Pilkades. Saya titip pesan, mari tetap guyub rukun. Jangan mudah terpecah oleh perbedaan pilihan karena persatuan adalah kekuatan Desa Ketindan,” tegas Artining.
Menurutnya, Desa Ketindan yang terdiri dari dua dusun, yakni Krajan dan Kalirejo, telah berhasil membangun kehidupan masyarakat yang harmonis selama bertahun-tahun. Kerukunan tersebut, kata dia, harus terus dipertahankan.
“Butuh waktu sekitar 13 tahun untuk membangun suasana yang guyub, rukun, dan tenteram seperti sekarang. Jangan sampai persatuan yang sudah dibangun dengan susah payah menjadi rusak hanya karena perbedaan kepentingan. Desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya selalu bersatu,” ujarnya.
Selain mengajak menjaga persatuan, Artining juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan rangkaian Bersih Desa Ketindan Semarak 2026.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut terlaksana berkat swadaya masyarakat karena tidak dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran maupun materi. Berkat kebersamaan inilah tradisi selamatan desa dapat terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.
Artining menjelaskan, meskipun tahun ini tidak digelar kirab budaya, masyarakat tetap melaksanakan tradisi tumpengan dan gembul bujono yang diikuti seluruh RT dan RW sebagai simbol kebersamaan serta doa untuk keselamatan desa.
“Alhamdulillah, melalui tumpengan dan gembul bujono, Desa Ketindan tetap terasa ayem, tenteram, dan penuh keberkahan. Semoga kondisi ini terus terjaga untuk tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan Bersih Desa Ketindan yang berlangsung aman, tertib, dan lancar. Menurutnya, tradisi bersih desa bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat solidaritas masyarakat.
“Bersih desa memiliki makna penting sebagai media mempererat kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Karena itu seluruh masyarakat harus terus mendukung kegiatan seperti ini agar nilai-nilai kebersamaan tetap terpelihara,” ujar Nur Soleh.
Rangkaian Ketindan Semarak 2026 masih akan berlanjut hingga puncaknya pada 19 September 2026 melalui penyelenggaraan Ketindan Karnaval 2026, yang menjadi agenda penutup perayaan tahunan desa tersebut.(Nes)
Penulis : nes
Editor : Redaksi










