MALANG, pemdoposatu.id – Tradisi sedekah laut di pantai Pasir Panjang Ngliyep, Kabupaten Malang, tidak hanya menjadi ungkapan syukur masyarakat pesisir, tetapi juga menunjukkan kuatnya solidaritas dan gotong royong warga dalam menjaga warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Hal itu terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan yang digelar Rabu (1 Juli 2026). Bahkan, kelompok kesenian jaranan dan bantengan turut meramaikan acara tanpa meminta imbalan sebagai bentuk dukungan terhadap hajatan masyarakat pesisir tersebut.
Ketua panitia sedekah laut, Teguh Pitono, mengatakan partisipasi sukarela dari para pelaku seni menjadi bukti bahwa tradisi Sedekah Laut masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. “Mereka tidak meminta bayaran, ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan untuk menyukseskan hajat masyarakat,” ujar Teguh.
Menurutnya, sedekah laut merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan oleh masyarakat pesisir Ngliyep, pelaksanaannya mengikuti penanggalan Jawa Aboge pada 15 Suro yang bertepatan dengan malam purnama, yang diyakini sebagai momentum sakral untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan warga dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual. Rangkaian acara diawali dengan sambutan panitia, Kepala Desa, dan Camat, serta mengundang Dinas Pariwisata Kabupaten Malang untuk turut menyaksikan prosesi budaya yang menjadi identitas masyarakat pesisir selatan Malang.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi larung sesaji ke laut, tradisi ini dimaknai sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang diperoleh selama setahun sekaligus doa agar para nelayan dan masyarakat pesisir diberikan keselamatan serta keberkahan dalam menjalankan aktivitasnya.
“Ini adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa, selama satu tahun terakhir kami telah diberikan rezeki, keselamatan, dan keberkahan. Melalui sedekah laut ini kami kembali memanjatkan doa agar pada tahun mendatang Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, memberikan perlindungan, melancarkan rezeki dan usaha masyarakat, serta menjauhkan kami dari segala bala, musibah, dan marabahaya,” kata Teguh.
Tradisi sedekah laut Ngliyep dinilai menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya bertahan sebagai seremoni tahunan, tetapi juga berfungsi memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus menjadi potensi wisata budaya yang terus menarik perhatian pengunjung ke kawasan pesisir Kabupaten Malang.(Nes)
Penulis : Ones
Editor : Redaksi










