MALANG, pendoposatu.id- Ditandai dengan peresmian fasilitas terbarunya, Madina Building, oleh Menteri Pendidikan RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengukuhkan posisinya sebagai pionir pendidikan pesantren berbasis kewirausahaan pada Minggu (9 Agustus 2026).
Gedung modern berfasad kaca yang disiapkan secara khusus ini, diproyeksikan menjadi pusat laboratorium bisnis sekaligus inkubator UMKM bagi para santri.
Acara peresmian Madina Building ditandai dengan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan langsung oleh ratusan santri, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta perwakilan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur.
Prof. Mu’ti, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pendidikan hybrid yang diterapkan oleh PEM Gondanglegi. Ia juga menilai langkah tersebut sangat relevan dalam menjawab tantangan kemandirian ekonomi umat saat ini.
“Gedung Madina ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol semangat untuk mencetak generasi yang mandiri, berakhlak, dan siap bersaing di era global,” ujarnya.
Berbeda dengan fasilitas pesantren pada umumnya, Madina Building dirancang secara spesifik untuk mematangkan insting bisnis para santri sejak dini.
“Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah telah menjadi percontohan nyata tentang bagaimana pendidikan agama dapat dipadukan secara apik dengan jiwa kewirausahaan,” tandasnya.
Terpisah, Mudir PEM Gondanglegi K.H. Fahri, S.Ag., M.M., memaparkan bahwa fasilitas di dalam gedung ini akan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya calon wirausahawan muda.
K.H. Fahri mengungkapkan Madina Building tersebut tidak hanya difungsikan sebagai ruang kelas. Di dalamnya terdapat laboratorium bisnis, inkubator UMKM santri, hingga pusat pelatihan kepemimpinan.
“Kami berkomitmen kuat melahirkan pengusaha muslim yang kelak berkontribusi untuk kemajuan umat dan bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut K.H. Fahri mengungkapkan bahwa nama “Madina” sengaja disematkan dengan mengambil inspirasi dari Kota Madinah, yang merupakan pusat peradaban dan sentra niaga pertama dalam sejarah Islam.
Melalui filosofi tersebut PEM Gondanglegi berharap para santrinya mampu berdaya saing secara intelektual, sekaligus tangguh dalam membangun kemandirian finansial.
Momentum peresmian gedung baru ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ratusan santri yang hadir tampak antusias mengibarkan bendera Merah Putih di halaman gedung, merayakan babak baru dalam perjalanan pesantren mereka.
Dengan beroperasinya fasilitas modern tersebut, PEM Gondanglegi langsung memasang target progresif.
“Ke depannya, pihak manajemen menargetkan peningkatan kapasitas santri hingga dua kali lipat, sekaligus memperluas jangkauan program inkubasi bisnis rintisan yang dikelola langsung di dalam ekosistem pesantren,” pungkasnya. (gus)












