Pasdewa Kecam Hari Santri Nasional Bukan Ajang Perayaan Ataupun Hiburan, Ini Katanya

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen Foto: totok Abdurrahman pegiat Pasdewa Pasuruan raya

Dokumen Foto: totok Abdurrahman pegiat Pasdewa Pasuruan raya

 

Pasuruan, pendoposatu.id – memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, bahwasanya hari itu merupakan hari yang lahir dari fatwa jihad para ulama, para kyai, para santri, para pemimpin daerah.

Peringatan Hari Santri tersebut menandai kebangkitan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan keutuhan bangsa. Hari santri adalah momentum spirit bukan sekadar seremonial ataupun perayaan, tetapi perenungan dan penguatan nilai – nilai keikhlasan perjuangan dan kebangsaan yang diwariskan oleh para kyai dan pejuang pesantren,” ungkap totok Abdurahman Pegiat Pasuruan Democration Watch (Pasdewa) pada Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kegiatan Hari Santri harus diarahkan untuk memperdalam ruh perjuangan santri, bukan untuk menonjolkan individu atau tokoh, apalagi menjadikannya ajang hiburan massal yang kehilangan makna spiritualnya.

“Seyogyanya, Hari Santri menolak kegiatan yang Menggeser Nilai Hari Santri,” katanya pada pendoposatu .

Akhir-akhir ini,  banyak muncul rencana mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam peringatan Hari Santri. Kami menghormati beliau sebagai tokoh yang mencintai sholawat, namun, panggung Hari Santri bukan tempat untuk pertunjukan hiburan massal yang cenderung berorientasi pada tontonan, bukan tuntunan.

“Mengundang tokoh populer keagamaan dengan format konser shalawat sering kali menghabiskan anggaran daerah yang semestinya untuk kegiatan pembinaan santri . Yaitu dengan mengalihkan perhatian dari esensi pendidikan dan kebangsaan santri serta berpotensi menimbulkan fanatisme terhadap figur, bukan terhadap nilai perjuangan,” jelasnya .

Ditambahkan, Hari Santri harus kita jaga sebagai panggung ilmu, bukan panggung popularitas, kegiatan Hari Santri Harus Kembali ke nilai asal.

“Mari kita tegakkan kembali ruh Hari Santri dengan kegiatan yang mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan, seperti:

Doa dan istighotsah nasional, Lomba kajian kitab kuning dan hafalan sejarah ulama, Dialog kebangsaan antara santri dan pemerintah,” lanjutnya .

Baca Juga :  Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi

Gerakan sosial santri bakti masyarakat, lingkungan, dan pendidikan itulah bentuk kegiatan yang lebih sesuai dengan makna “Resolusi Jihad” dan ajaran para kiai pendiri bangsa .

“Menjaga Kemurnian dan Marwah Santri, kita tidak menolak tokoh, tetapi menolak bentuk kegiatan yang tidak sesuai nilai perjuangan santri. Kita ingin Hari Santri menjadi momentum tafakkur, bukan euforia. Menjadi pembinaan iman, bukan hiburan; dan menjadi gerakan dakwah yang berakar dari pesantren, bukan dari panggung komersial,” paparnya .

Hari Santri adalah milik semua santri, bukan milik kelompok tertentu, bukan milik figur tertentu, Hari Santri adalah warisan bangsa, yang harus dijaga dari penyimpangan makna dan penyalahgunaan dana publik.

“Mari kita jaga kesucian Hari Santri dari arus hiburan yang menenggelamkan nilai perjuangan. Mari kita kembalikan Hari Santri kepada cita-cita awalnya, meneguhkan iman, ilmu, dan cinta tanah air,” tutupnya. (dul)

Penulis : dul

Berita Terkait

Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB