Sosialisasi Program KEJAR Dan RABU, Pelajar Malang Melek Finansial

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, AP., M.Si (Foto: bgs Pendoposatu)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, AP., M.Si (Foto: bgs Pendoposatu)

Spread the love

 

MALANG, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Malang dan Bank Indonesia (BI) dalam acara sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU) dengan mengusung tema ‘Pelajar Makmur Cerdas Finansial’, yang diselenggarakan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30 Juni/2026) kemarin. Kolaborasi ini agar dapat mewujudkan budaya menabung sejak dini, serta bisa membuat para pelajar melek finansial.

Dalam sambutannya, Bupati Malang, H.M Sanusi menyebut bahwa “dorongan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Malang dan seluruh pemangku kepentingan, dapat memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan para pelajar. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas finansial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan ekonomi pada era digital menuju Indonesia Emas 2045” katanya.

Hadirnya program KEJAR dan RABU, para siswa didorong untuk memiliki rekening tabungan sejak dini sekaligus membangun budaya menabung sebagai bekal menuju kemandirian finansial. “Literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini, karena perkembangan teknologi digital telah membawa dampak perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi digital” ungkap Sanusi.

Kendati demikian, terdapat tantangan yang harus diantisipasi agar generasi muda tidak terjebak pada perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal akibat rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan. “Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” ujar Bupati Malang.

Menurutnya, pendidikan finansial bukan hanya mengajarkan bagaimana memperoleh uang, melainkan juga bagaimana mengelola, menggunakan, dan merencanakan keuangan secara bijaksana. Oleh karena itu, melalui KEJAR dan RABU menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial bagi para pelajar di Kabupaten Malang.

Lebih lanjut, Sanusi mengakui bahwa keberadaan rekening pelajar bukan sekadar sarana menabung, tetapi juga menjadi media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah. Sehingga nantinya kebiasaan tersebut diharapkan akan membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Malang juga menyampaikan apresiasi kepada OJK, BI, dan seluruh lembaga perbankan, BPR Artha Kanjuruhan, serta jajaran dunia pendidikan yang telah bersinergi mendukung pelaksanaan KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang. “Sinergi antara pemerintah daerah, regulator sektor jasa keuangan, lembaga jasa keuangan, serta satuan pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang cerdas finansial,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan menanggapi serius intruksi dari Bupati Malang untuk mendata para peserta. “Hal itu tidak bisa diukur dari kemampuan para peserta tetapi juga perlu pendataan akurat berdasarkan bagi pelajar yang tidak mampu, pada prinsipnya data peserta 31 ribu tadi ya, akan menjadi perhatian serius Dindik bersama perangkat daerah lainnya,” tuturnya.

Bagus juga memastikan jumlah data para peserta tersebut yang nantinya akan divalidasi by nama by address, validasi data nantinya diambil mulai dari Paud, SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah dengan kesetaraan anak yang mungkin pindah domisili ataupun yang sudah bekerja, atau sudah menikah ataupun disabilitas dan lainnya.

“Yang jelas kami akan melakukan validasi data, yang mana nanti juga akan melibatkan para pemangku wilayah seperti di Kecamatan atau per Desa terkait dengan usia, jenjang dan penyebab anak tidak sekolah juga,” jelas Bagus. Pihaknya, akan memverifikasi penanganan sesuai dengan kewenangannya, sedangkan untuk sekolah SD, SMP bisa difasilitasi melalui PKBM atau melalui pendidikan kesetaraan, dan bisa berkoodinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi di Kabupaten Malang.

“Kita juga akan melakukan pendekatan bersama-sama dinas terkait, seperti Dinsos, DP3A, Dukcapil dan lainnya, kami penanganan tidak berhenti hanya pada angka saja, tetapi target kami menemukan anak menyebabkan faktor tidak sekolah dan nanti kita berikan solusi yang paling sesuai terkait dengan pendidikan,” tutupnya.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Malang Dalam Pilkades 2027 Akan Menerapkan E-Voting Bagi Desa Sudah Siap
CEO Sinar Papua Gelar Gala Desa, Pembenahan Stadion Jadi Harapan Ke Pemda
Potensi Desa dan Ketahanan Pangan Jadi Kunci Akselerasi Pembangunan Jawa Timur
Diduga Menipu Jual Tanah Kavling Fiktif, Pasutri Warga Bangil Lapor Polisi
Perumda Tirta Kanjuruhan Bidik Kinerja Lebih Terukur, SOTK dan KPI Jadi Fokus Pembenahan
JLS Malang Dikebut, Koneksi hingga Blitar Jadi Kunci Buka Jalur Ekonomi Selatan Jatim
Bukan Sekadar Bangun Jalan, DPUBM Kabupaten Malang Bidik Konektivitas Antarwilayah Lewat Sigap Koridor
Lima Ekstrakurikuler Keterampilan Baru Perkuat SMA PGRI 1 Tulungagung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Malang Dalam Pilkades 2027 Akan Menerapkan E-Voting Bagi Desa Sudah Siap

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:20 WIB

CEO Sinar Papua Gelar Gala Desa, Pembenahan Stadion Jadi Harapan Ke Pemda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Potensi Desa dan Ketahanan Pangan Jadi Kunci Akselerasi Pembangunan Jawa Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Perumda Tirta Kanjuruhan Bidik Kinerja Lebih Terukur, SOTK dan KPI Jadi Fokus Pembenahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Bukan Sekadar Bangun Jalan, DPUBM Kabupaten Malang Bidik Konektivitas Antarwilayah Lewat Sigap Koridor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Lima Ekstrakurikuler Keterampilan Baru Perkuat SMA PGRI 1 Tulungagung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Peringati Hari Jadi Jatim, Bakorwil Malang Ziarah Makam Wagub Abdul Hamid Mahmud

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

LLDIKTI Wilayah VII Gelar Bimtek Angkatan I UIBU Malang Perkuat Mutu PTS

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page