Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T.

 

MALANG, pendoposatu.id – Wilayah Kabupaten Malang memiliki jaringan jalan kabupaten yang berperan penting dalam mendukung konektivitas di kawasan wilayah Malang Raya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM), pengelolaan dan peningkatan infrastruktur jalan diarahkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T. mengatakan bahwa “secara fungsional, konektivitas jalan kabupaten dapat dikelompokkan ke dalam empat koridor utama yang saling terhubung dengan jalan nasional, jalan provinsi, serta jalan desa sehingga membentuk jaringan transportasi yang terpadu” katanya, saat dikonfirmasi via telpon, Jumat (10 Juli 2026).

“Koridor Utara menghubungkan wilayah Kecamatan Singosari, Lawang, Pakis, Karangploso, yang merupakan kawasan perbatasan dengan wilayah Kota Malang. Koridor ini sangat berperan penting bagi warga Kabupaten dan masyarakat luas sebagai jalur penunjang aktivitas industri, perdagangan, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat menuju Kota Malang dan Kota Batu” terang Oong sapaan akrabnya.

Koridor Timur menghubungkan wilayah Kecamatan Tumpang, Jabung, Poncokusumo, Pakis, dan kawasan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Koridor ini menjadi akses strategis bagi masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, serta mendukung pengembangan pariwisata nasional.

Sedangkan untuk “wilayah Selatan menghubungkan Kepanjen, Gondanglegi, Pagelaran, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, hingga kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Jalur ini memiliki fungsi penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, pariwisata pantai selatan, serta membuka akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS)” tambah Kadis DPUBM.

Untuk wilayah konektivitas koridor Barat menghubungkan Kepanjen, Wagir, Ngantang, Kasembon, Pujon, dan kawasan perbatasan dengan Kabupaten Blitar serta Kota Batu. Koridor ini menjadi penghubung aktivitas pertanian, peternakan, pariwisata, dan distribusi logistik antar wilayah.

Baca Juga :  Usai Debat Perdana Pilbup Malang 2024, Pengamat Asep Suriaman Berikan Catatan Hitam Kepada HM. Sanusi

“Keempat koridor tersebut menjadi fokus pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur oleh DPUBM Kabupaten Malang melalui program pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan peningkatan jalan sesuai prioritas serta kemampuan keuangan daerah” ujarnya.

Oong menyampaikan bahwa “pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga menjaga kesinambungan layanan jalan agar masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan lancar” katanya.

“Melalui pengelolaan empat koridor konektivitas ini, Pemkab Malang terus berupaya menjaga keterhubungan antar wilayah sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif. Penanganan jalan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi lapangan, tingkat urgensi, serta kemampuan anggaran daerah,” demikian penjelasannya” tandasnya.

Dengan penguatan konektivitas melalui empat koridor utama tersebut, diharapkan Kabupaten Malang semakin mampu mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kecamatan.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa
Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah
Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam
Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi
Gabungan Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan Dan Dinas Terkait Memantau Harga Distribusi Pangan Di Pasar Bangil
Kortas Tipidkor Polri Geledah 8 Lokasi Sekaligus, Buru Bukti Dugaan Korupsi dan TPPU Bernilai Besar
Penyidikan Dugaan Korupsi Ambulans Diperkuat, Kejari Malang Amankan Puluhan Dokumen Dari Dinkes
Usulkan Revitalisasi Ratusan Sekolah Di Kabupaten Malang, Baru 20 SD Lolos Verifikasi Awal

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:48 WIB

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:01 WIB

Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:47 WIB

Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:26 WIB

Kortas Tipidkor Polri Geledah 8 Lokasi Sekaligus, Buru Bukti Dugaan Korupsi dan TPPU Bernilai Besar

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:06 WIB

Penyidikan Dugaan Korupsi Ambulans Diperkuat, Kejari Malang Amankan Puluhan Dokumen Dari Dinkes

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:51 WIB

Usulkan Revitalisasi Ratusan Sekolah Di Kabupaten Malang, Baru 20 SD Lolos Verifikasi Awal

Berita Terbaru