TULUNGAGUNG, pendoposatu.id- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Tim Inspektorat Jenderal (Irjen) melaksanakan audit lapangan Program Bongkar Ratoon Tebu (PBRT ) tahun anggaran 2025 di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementan, Wawan Riyanta, bersama CV Lang Buana selaku penyedia benih tebu tahun 2025 di Kabupaten Tulungagung, guna memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang nyata bagi para petani.
Audit lapangan menjadi bagian dari upaya pengawasan Kementan dalam memastikan bantuan pemerintah disalurkan secara transparan, tepat sasaran, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain melakukan pemeriksaan administrasi, tim auditor juga melakukan verifikasi langsung ke lokasi penanaman untuk memastikan benih yang diterima petani telah digunakan sesuai peruntukannya.
Fokus utama audit ini adalah memastikan benih tebu yang digunakan dalam program ini berasal dari sumber benih yang telah bersertifikat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas tebu sebagai bagian dari target swasembada gula nasional.
Dalam kegiatan tersebut, tim auditor memeriksa dokumen pengadaan, distribusi benih, hingga kesesuaian data penerima bantuan. Verifikasi lapangan dilakukan dengan berdialog langsung bersama kelompok tani guna memastikan antara laporan administrasi dan kondisi di lapangan berjalan selaras.
Benih tebu yang disalurkan melalui CV Lang Buana dinyatakan memenuhi persyaratan sertifikasi dan layak tanam sesuai standar yang ditetapkan Kementan. Penggunaan benih bersertifikat diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, menjaga kemurnian varietas, serta meningkatkan hasil panen petani.
Wawan Riyanta, saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa “audit merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan sesuai dengan aturan dan anggaran yang diberikan oleh pemerintah, serta bisa memberikan manfaat bagi para petani tebu” katanya, Jumat (10 Juli 2026).
“Audit ini bukan semata-mata pemeriksaan administrasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diterima oleh kelompok petani dan dimanfaatkan oleh para petani. Kami ingin seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai aturan yang berlaku” ujar Wawan.
Ia menjelaskan, kualitas benih tebu menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan program ini. Oleh karena itu, pemerintah memastikan benih yang disalurkan berasal dari penyedia yang memenuhi persyaratan dan telah melalui proses sertifikasi.
“Kami memastikan benih yang digunakan merupakan benih bersertifikat sehingga petani memperoleh kualitas tanam yang baik. Harapannya, produktivitas tebu dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani,” tambahnya.
Sementara itu, diwaktu yang sama, salah satu petani penerima bantuan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa “menyambut baik pelaksanaan audit tersebut, mereka menilai kehadiran tim dari Kementerian menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program di lapangan, sekaligus menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan berbagai masukan terkait budidaya tebu” kata Yono.
Kementan menegaskan bahwa “pengawasan akan terus dilakukan di berbagai daerah penerima Program Bongkar Ratoon sebagai bentuk komitmen menjaga akuntabilitas pelaksanaan program pemerintah. Evaluasi dari hasil audit nantinya juga akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program pada tahun-tahun berikutnya” tambah Wawan.
Melalui sinergi antara Kementan, PPK, pemerintah daerah, kelompok tani, dan CV Lang Buana sebagai penyedia benih bersertifikat, PBRT tahun 2025 diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu di Kabupaten Tulungagung sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.(NAD)
Penulis : Nadia KK
Editor : Redaksi










