Bakorwil Malang Dorong Kurikulum Vokasi Berbasis Industri, Siapkan SDM Siap Kerja di Jawa Timur

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, Memberikan Sambutan Diskusi Ketenagakerjaan (Foto: Seno Pendoposatu)

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, Memberikan Sambutan Diskusi Ketenagakerjaan (Foto: Seno Pendoposatu)

 

MALANG, pendoposatu.id – Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Melalui forum penyelarasan kurikulum pelatihan dan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, menilai tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, hingga pelaku industri menjadi faktor utama dalam menciptakan lulusan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Pembangunan SDM vokasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri untuk menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja,” tegasnya saat memberikan sambutan di Kantor Bakorwil Malang, Selasa (19 Mei 2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim tersebut menjadi bagian dari implementasi program kerja Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Jatim. Forum ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Bappeda Provinsi Jatim, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim, KADIN Jatim, perguruan tinggi, hingga perangkat daerah terkait ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi.

Dalam forum tersebut, penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan DUDIKA disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi di Jatim. Kurikulum yang disusun berbasis kebutuhan industri diharapkan mampu menjawab perubahan dunia kerja yang terus berkembang, termasuk tuntutan keterampilan baru di berbagai sektor.

Asep Kusdinar menegaskan bahwa forum koordinasi semacam ini harus menjadi ruang diskusi aktif untuk merumuskan solusi bersama antara lembaga pendidikan dan pelaku industri. Dengan begitu, program pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada teori akademik, tetapi juga mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing.

Baca Juga :  Sekda Malang Dorong Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata, Hilirisasi Produk Lokal Jadi Prioritas

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir langkah-langkah konkret dan solusi kolaboratif yang dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dan siap kerja,” ujarnya.

Selain memperkuat kualitas tenaga kerja, langkah penyelarasan kurikulum ini juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing daerah. Pemprov Jatim melalui Bakorwil Malang berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pengembangan SDM vokasi berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan dunia industri.

Program penguatan vokasi ini menjadi salah satu strategi penting Jatim dalam menyiapkan tenaga kerja unggul di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.(Nes)

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur
Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026
Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka
Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!
Bupati Pasuruan Resmikan Open House Dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu
AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup
Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru