Disdik Malang Evaluasi SDN 3 Toyomarto Singosari yang Hanya Miliki 45 Siswa, Bupati Tegaskan Tak Ada Keputusan Tergesa-gesa

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Malang, pendoposatu.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Malang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SD Negeri 3 Toyomarto Singosari yang saat ini hanya memiliki 45 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan tata kelola pendidikan berjalan optimal, efektif, dan sesuai dengan kondisi geografis serta kebutuhan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif dan tidak semata-mata melihat jumlah siswa. Menurutnya, kondisi geografis sekolah yang relatif jauh dari beberapa desa sekitar menjadi salah satu faktor utama yang perlu dikaji secara mendalam.

“Nanti kan kita evaluasi. Kira-kira seperti apa, jadi memang secara geografis sekolah ini agak jauh dari beberapa desa,” ujar Bagus Sulistiawan di SMPN 1 Singosari, Rabu (21/1/2026).

Bagus mengungkapkan, Bupati Malang H.M. Sanusi juga memberikan atensi khusus terhadap kondisi tersebut dan berkenan melakukan evaluasi bersama sebelum mengambil kebijakan lanjutan. Evaluasi tidak hanya menyentuh aspek jumlah siswa, tetapi juga sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan sekolah untuk tetap memberikan layanan pendidikan yang layak.

“Pak Bupati tadi juga berkenan untuk melakukan evaluasi. Kira-kira sarana-prasarana penunjang apa yang dibutuhkan untuk memberikan support,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan akan menjalin komunikasi intensif dengan pihak sekolah dan para pengawas guna memetakan persoalan yang dihadapi, termasuk jarak tempuh siswa, aksesibilitas transportasi, hingga hambatan sosial yang mungkin terjadi.

“Nanti kita juga akan komunikasi dengan pihak sekolah dan teman-teman pengawas. Kira-kira memungkinkan permasalahan yang ada terkait jarak tempuh dengan desa sekitar seperti apa, atau mungkin transportasi dan lain sebagainya. Tapi ini masih akan kita evaluasi lebih lanjut,” katanya.

Bagus menambahkan, evaluasi dilakukan dengan banyak pertimbangan agar tujuan utamanya tetap tercapai, yakni memperbaiki tata kelola pendidikan secara menyeluruh. Hal itu mencakup kesesuaian jumlah siswa, kecukupan sarana dan prasarana, hingga ketersediaan tenaga pendidik yang proporsional.

Baca Juga :  Usai Dilaunching, Bupati Malang Berharap Seluruh Guru SD se Kecamatan Pakisaji Harus Bisa Berbahasa Inggris

“Kita akan lakukan evaluasi, jadi banyak pertimbangannya. Nanti akan kita sampaikan. Jumlah siswanya keseluruhan 45 siswa. Evaluasi ini tujuannya untuk memperbaiki tata kelola dengan jumlah siswa yang kira-kira sesuai, sarana-prasarana yang sesuai, dan juga tenaga pendidik yang jumlahnya juga sesuai,” tegas Bagus.

Meski isu penggabungan atau merger sekolah kerap mencuat pada sekolah dengan jumlah siswa terbatas, Bupati Malang menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa.

Setiap keputusan akan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima.

Pemerintah Kabupaten Malang memastikan bahwa setiap langkah kebijakan di sektor pendidikan tetap mengedepankan kepentingan peserta didik, pemerataan layanan pendidikan, serta kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.

Penulis : nes

Berita Terkait

Ramadan di MAN 1 Gondanglegi: 900 Siswa Khataman Al-Qur’an Setiap Hari, Perkuat Karakter Religius
Iklan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau Kabupaten Pasuruan
Smart Happy, Learning Happy: Kunci Sukses Mahasiswa Baru di UIBU Kota Malang
95 Persen Guru Honorer di Lawang Sudah ASN, Sisanya Menanti Dapodik dan PPG
KKN FIA UB Sukses Tuntaskan 5 Program Pemberdayaan di Desa Sutojayan Malang
MPLS SMK NUSA Malang: Siswa Baru Dibekali Karakter, Etika Digital, dan Semangat Kebangsaan
SMPN 1 Tumpang Tanam Karakter Cinta Lingkungan Melalui MPLS 2025
Sorot Mata Publik, Praktik Pungutan Paguyuban Sekolah di Malang Kembali Disorot

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:47 WIB

RSUD Ngantang Kekurangan SDM dan Alat Medis, DPRD Targetkan Kerja Sama BPJS Tahun Ini

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

Tajuk Redaksi: Interpelasi atau Pengalihan Isu? Ketika Mutasi dan Uji Kompetensi JPT Pratama Lebih Mendesak Diusut

Senin, 4 Mei 2026 - 18:05 WIB

RSUD Ngantang Kejar Kerja Sama BPJS, Terkendala SDM dan Minimnya Sarana Medis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dampak Fullday School, Wabup Malang Tekankan Penguatan Pesantren dan Payung Hukum Pendidikan

Selasa, 28 April 2026 - 19:05 WIB

Roti Kentang No Sugar Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Pasar, Siap Penuhi Ribuan Pesanan Hardiknas

Senin, 27 April 2026 - 14:11 WIB

Pengelolaan Limbah SPPG, DLH Kabupaten Malang Dorong Kepatuhan dan Pendampingan Intensif

Minggu, 26 April 2026 - 22:24 WIB

Program Makan Bergizi Dinilai Efektif, GAPEMBI Perkuat Sinergi UMKM dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Didik Gatot Subroto Instruksikan Konsolidasi Total Kader, Targetkan Rebut Seluruh Kontestasi Politik

Berita Terbaru