MALANG, pendoposatu.id- Sosialisasi Program Strategis Nasional (PSN) Bongkar Raton Tebu Tahun 2026 digelar di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis kemarin. Kegiatan tersebut diikuti kepala desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan Pabrik Gula Krebet Malang, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program peremajaan tanaman tebu.
Sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) antara Ormas GRIB JAYA, serta penyedia dari CV Langbuana merupakan langkah dalam mempercepat penyelenggaraan PSN.
Imam Syafii perwakilan dari penyedia saat dikonfirmasi menjelaskan setiap penerima manfaat Program Bongkar Raton Tahun 2026 akan memperoleh bantuan bibit tebu dan biaya Hari Orang Kerja (HOK) sesuai ketentuan program. “Setiap penerima bantuan akan memperoleh bibit tebu sebanyak 60.000 mata tunas per- hektare serta bantuan biaya Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp.4 juta per hektare,” ujar Imam, Jumat (24 Juli 2026).
Ia menambahkan proses pendaftaran calon penerima manfaat masih dibuka hingga September 2026. Sementara distribusi bibit kepada peserta yang telah dinyatakan lolos akan dilakukan secara bertahap hingga November 2026. “Kami mengimbau para petani yang ingin mengikuti Program Bongkar Raton agar segera mendaftarkan diri. Pendaftaran akan berakhir pada September 2026, sedangkan pengiriman bibit terakhir dijadwalkan pada November 2026,” terangnya.
Imam berharap para petani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan peremajaan tanaman tebu sehingga produktivitas kebun meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal.
Sementara itu, Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang, Damanhury Jab, menyatakan dukungan penuh terhadap PSN Bongkar Raton Tahun 2026 sebagai langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi gula Nasional. “GRIB JAYA Kabupaten Malang mendukung penuh PSN Bongkar Raton Tahun 2026 sebagai salah satu upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula Nasional, program ini harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Bang Jab sapaan akrabnya.
Ia mengajak seluruh jajaran GRIB JAYA, khususnya anggota di wilayah Malang Selatan, untuk ikut menyukseskan program tersebut dengan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat dan para petani tebu. “Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur, mari kita jemput bola dan mengajak para petani memanfaatkan program ini demi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung swasembada gula nasional,” katanya.
Jab juga berharap keberhasilan program ini di Kabupaten Malang dapat diikuti dengan penguatan industri gula di daerah. “Apabila produksi tebu terus meningkat, kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan kapasitas ataupun membuka kembali pabrik gula di Kabupaten Malang. Dengan demikian, antrean pengiriman tebu saat musim giling dapat dikurangi, risiko gagal panen dapat ditekan, dan hasil panen petani terserap secara maksimal,” pungkasnya.(Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi










