MALANG, Pendoposatu.id – Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) yang jatuh setiap tanggal 21 Juni ini disambut penuh optimisme oleh para petani di berbagai daerah. Seperti halnya di tahun 2026 menjadi momentum penting karena berbagai kebijakan strategis pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Mulai dari bantuan pupuk, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), serta peningkatan harga pembelian hasil panen, dan penguatan cadangan pangan menjadi sorotan utama dalam upaya menjaga pelestarian pangan nasional.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, dalam memperingati HKP mengadakan lomba dan menyantuni anak yatim dan dhuafa. Kepala DTPHP, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan “puncak acara peringatan HKP kemarin sudah dilaksanakan di Gorontalo bersama bapak Presiden kemarin, kalau untuk DTPHP sekarang ini sekaligus kita memperingati tahun baru Islam atau Suroan” Kamis (25 Juni 2026) saat ditemui dikantornya.

Avi sapaan akrabnya, menambahkan “kita memperingati HKP kali ini dengan mengadakan lomba penilaian stand yang diikuti oleh masing-masing bidang dan pemenangnya nanti akan kami beri hadiah sewajarnya sebagai pengganti kreativitas dekorasi stand yang dibuat” tambahnya. Bukan hanya itu kita juga menyantuni 20 anak yatim piatu dan 20 kaum dhuafa yang berasal dari lingkungan warga sekitar kantor.
Antusias peserta lomba sangat terlihat jelas, ini terbukti dengan setiap stand menampilkan hasil-hasil unggulan pertanian dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, mulai dari polo pendem sampai kopi yang menjadi komoditas unggulan di sektor perkebunan. Hari Krida Pertanian (HKP) diperingati setiap tanggal 21 Juni, “Krida” sendiri memiliki arti tindakan atau perbuatan. Jadi, HKP merupakan bentuk rasa syukur atas tindakan hasil pertanian yang ada di Indonesia.
Kegiatan ini juga dapat menjadi momen untuk mengevaluasi kegiatan pertanian yang ada dan meningkatkan inovasi di bidang pertanian. Hari Krida Pertanian biasanya dirayakan oleh orang yang bekerja di sektor pertanian, mulai dari petani, nelayan, peternak, dan pekerja lainnya. Penetapan dan sejarah HKP cukup unik, faktor penanggalan dipilih sesuai dengan faktor astronomis dan pembagian musim.(Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi










