Hasanudin Wahid: Politik PKB Bukan Cari Untung, Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Hasanudin Wahid Sekjen DPP PKB (tengah) didampingi anggota DPRD kabupaten Malang, Kuncoro dan Abdullah Satar saat diwawancara awak media

Ket foto. Hasanudin Wahid Sekjen DPP PKB (tengah) didampingi anggota DPRD kabupaten Malang, Kuncoro dan Abdullah Satar saat diwawancara awak media

Malang, pendoposatu.id – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan Malang Raya, Hasanudin Wahid, menegaskan bahwa orientasi politik Partai Kebangkitan Bangsa bukan untuk mencari keuntungan kekuasaan, melainkan memastikan kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Hasanudin Wahid usai menghadiri sarasehan politik bertema “Satu Barisan Melipatgandakan Kemenangan” yang digelar oleh DPC PKB Kabupaten Malang di Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2026).

Menurut Hasanudin, karakter politik PKB sejak awal dibangun dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, setiap langkah politik yang diambil partai selalu diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“PKB itu kalau di politik tidak mencari untung. Jadi kalau ditanya menguntungkan atau tidak, itu bukan watak PKB. Yang penting bagi PKB adalah apa yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” ujar Hasanudin.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan politik bukan hanya soal kemenangan elektoral atau jabatan, tetapi sejauh mana kebijakan negara mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menciptakan kehidupan politik yang lebih beradab.

“Ukuran kita jelas, apakah rakyat semakin sejahtera atau tidak, apakah politik semakin beradab atau tidak, dan apakah pemerintah mendapat dukungan untuk bekerja bagi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasanudin juga menekankan pentingnya seluruh kekuatan politik nasional memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan lintas kekuatan politik dibutuhkan agar program pemerintah dapat berjalan maksimal dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus bahu-membahu seluruh kekuatan politik untuk membantu sepenuhnya Pak Prabowo dan pemerintahannya, agar percepatan kesejahteraan masyarakat bisa segera terwujud,” katanya.

Ia menilai pemerintah telah melakukan langkah antisipatif terhadap dinamika global yang berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional, termasuk dampak konflik geopolitik internasional.

Baca Juga :  Program Bongkar Ratoon Diharap Selamatkan Petani Tebu

“Insya Allah situasi masih dalam kendali. Turbulensi akibat perang Iran–Israel atau situasi global lainnya sudah diantisipasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Menurut Hasanudin, Presiden Prabowo secara aktif mengajak berbagai elemen bangsa berdialog untuk membahas kondisi geopolitik dunia dan strategi pemerintah menghadapi tantangan global.

“Para tokoh, kekuatan politik, hingga elemen civil society diajak berdiskusi di Istana. Dijelaskan situasi geopolitik dunia dan langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi global yang berkembang saat ini.

“Masyarakat yang penting tetap tenang, jalankan aktivitas seperti biasa, dan percayakan kepada pemerintah serta para elite bangsa untuk mengelola situasi ini,” jelasnya.

Selain itu, Hasanudin juga menyoroti komitmen pemerintah dalam menata pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Menurutnya, pemerintah tengah berupaya menertibkan pengelolaan aset negara agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

“Pemerintah ingin menertibkan semuanya, tidak boleh ada lagi praktik illegal mining atau pengelolaan sumber daya alam yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh jajaran pemerintah yang menjalankan kebijakan tersebut memiliki visi yang sama dengan Presiden Prabowo agar implementasinya berjalan maksimal.

“Kita berharap semua yang menangani kebijakan itu satu visi dengan Presiden, sehingga tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya,” katanya.

Di sisi lain, Hasanudin mengaku saat ini juga aktif memantau kondisi harga bahan pokok selama Ramadan. Sebagai anggota DPR yang membidangi sektor keuangan, ia melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar di Malang Raya untuk melihat potensi inflasi.

“Saya keliling selama Ramadan untuk mengecek apakah terjadi inflasi dan melihat langsung kenaikan harga bahan pokok,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan sementara, ia menyebut harga cabai keriting masih relatif tinggi, meski pemerintah daerah mulai melakukan langkah penanganan melalui berbagai mekanisme pengendalian harga.

Baca Juga :  GP Ansor Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Era Baru Organisasi Digital dan Distribusi Kader Dimulai

“Yang masih tinggi itu cabai keriting. Tapi pemerintah daerah sudah mulai melakukan penanganan melalui Satgas Pangan,” katanya.

Hasanudin menjelaskan bahwa mahalnya harga komoditas seringkali disebabkan oleh persoalan distribusi yang tidak efisien. Karena itu, jalur distribusi bahan pangan perlu ditata agar harga di tingkat konsumen tetap stabil.

“Distribusi harus ditertibkan. Misalnya wortel, Malang ini daerah penghasil, tidak perlu ke kota lain dulu baru kembali lagi ke Malang. Jalurnya harus jelas supaya harga tidak mahal,” ujarnya.

Terkait dinamika politik daerah, Hasanudin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada DPP PKB terkait posisi pimpinan di DPRD Kabupaten Malang. Ia menyebutkan, dengan raihan tiga kursi di parlemen daerah, PKB mengajukan usulan agar kadernya dapat mengisi posisi Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Ket foto. Hasanudin Wahid saat membagikan takjil pada pengendara sepeda motor di halaman DPC PKB Kabupaten Malang

Selain sarasehan, DPC PKB Kabupaten Malang juga membagikan takjil pada warga masyarakat sekitar

Hadir pada sarasehan, Ketua dan seluruh pengurus, kader dan simpatisan PKB se kabupaten Malang.

Penulis : nes

Berita Terkait

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur
Kas Hartadi Soroti Potensi Pesepak Bola Muda Lawang, Siadi Cup Dinilai Jadi Jalur Menuju Level Profesional
Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!
Bupati Pasuruan Resmikan Open House Dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu
AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup
Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim
DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru