Simpatisan MBG Malang Raya Gelar Apel Akbar Depan Alun-alun Tugu Malang

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpatisan Apel Akbar MBG Malang Raya (Foto :bgs)

Simpatisan Apel Akbar MBG Malang Raya (Foto :bgs)

Spread the love

 

KOTA MALANG,Pendoposatu.id – Dalam rangka mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Simpatisan MBG Malang Raya mengikuti Apel Akbar di Alun-alun Tugu Kota Malang, Sabtu (20/6/2026). Beberapa simpatisan MBG terlihat membentangkan banner bertuliskan seperti ”Lanjutkan MBG, Kami Lelah Jika Harus Kembali Macul”, “Satu Tekad, Sukseskan MBG”, “MBG Untuk Rakyat, Lanjutkan” hingga “Terima Kasih Pak Prabowo, Kawal MBG Sampai Berkualitas”.

Para massa aksi yang menggunakan baju putih dengan tagline “Bersama Prabowo Indonesia Maju” #PrabowoBaik ini juga mengikuti rangkaian agenda senam zumba yang digagas oleh pelaksana dengan penuh semangat dan antusias. Elemen masyarakat yang terdiri dari petani, peternak, pelaku UMKM, pedagang sayur, hingga mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini memadati lokasi mulai sekitar pukul 06.00 WIB sampai selesai acara sekitar pukul 11.00 siang.

Koordinator Apel Akbar, Gandung Panjalu, mengatakan kegiatan itu lahir dari keresahan para pelaku usaha dan masyarakat yang selama ini merasakan dampak ekonomi dari program MBG. “Kegiatan ini adalah agenda yang berawal dari sebuah keresahan dari para pelaku-pelaku petani, UMKM, kemudian para peternak, pedagang sayur, yang terimbas eskalasi politik akhir-akhir ini, menguat di publik tentang program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo,” kata Gandung.

Ia menambahkan, apel akbar tersebut bertujuan menyuarakan energi positif agar program MBG terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. “Oleh karena itu, kami bersama tokoh-tokoh di Malang Raya mengagendakan kegiatan yang menggaungkan energi positif agar program Makan Bergizi Gratis ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat, dan target capaian penerima manfaat bisa meningkat sampai 82 juta seperti instruksi dari Pak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penggagas kegiatan, Raden Djoni Sudjatmoko, menilai pembangunan nasional membutuhkan dukungan dan optimisme masyarakat. Ia menyebut berbagai kebijakan pemerintah saat ini tengah berupaya membenahi tata kelola sumber daya alam dan perekonomian nasional. “Sebuah negara kalau mau berkembang, mau membangun, tentunya butuh energi positif. Ini fenomena pengembangan kita saat ini mendudukkan perkara menjadi yang seharusnya,” katanya.

Djoni menilai sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk tata kelola ekspor sumber daya alam, memunculkan resistensi dari pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan. “Kemudian ketika diluruskan Pak Prabowo dengan ekspor sumber daya alam satu pintu, maka gangguannya jadi kuat sekali. Karena ada negara tetangga yang memang terimbas kuat ketika ekspor satu pintu, di mana dari Indonesia itu tidak parkir lagi ke Singapura, tapi langsung ke negara tujuan,” ujarnya.

Menurut Djoni, program MBG justru telah memberikan dampak positif di masyarakat dan terus mengalami perbaikan dalam pelaksanaannya. “MBG yang sebelumnya kemanfaatannya sudah dirasakan, efek awal adanya keracunan sudah diminimalisir, kemudian perbaikan-perbaikan masalah higienis juga sudah terus dilaksanakan, sehingga di lapangan itu sudah minim sekali kesalahan dari SPPG-nya. Tetapi justru dituntut untuk bubar,” katanya.

Djoni juga menegaskan dukungan masyarakat terhadap program MBG jauh lebih besar dibandingkan suara penolakan yang muncul di ruang publik.Ia mengklaim mayoritas penerima manfaat, khususnya pelajar, menyambut baik program tersebut.

“Oleh karena itu, kami tunjukkan, yang tadinya kami diam, kami tunjukkan bahwa MBG ini yang menyukai itu lebih banyak lagi. Karena menggerakkan ekonomi di bawah, terus kemudian para penerima manfaatnya juga sangat gembira,” katanya.

Menurut Djoni, masyarakat ingin menunjukkan bahwa program MBG memiliki manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Ini yang kami mau luruskan, masyarakat itu sangat senang dengan MBG ini. Makanya target Pak Prabowo 82 juta penerima manfaat, ini harus bisa diwujudkan. Kami dukung,” tutupnya.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bakorwil Malang Jembatani 25 Tahun Persoalan Aset Songgoriti, Pemkab Malang-Pemkot Batu Sepakati Jalan Keluar
Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi
Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang
Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka
Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik
Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh
Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya
Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:38 WIB

Bakorwil Malang Jembatani 25 Tahun Persoalan Aset Songgoriti, Pemkab Malang-Pemkot Batu Sepakati Jalan Keluar

Jumat, 18 September 2026 - 21:35 WIB

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 September 2026 - 12:28 WIB

Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:41 WIB

Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya

Jumat, 18 September 2026 - 00:04 WIB

Piramida Polres Pasuruan Ajak Media Bersinergi Cegah Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Ilustrasi rute koridor II bus trans Jatim (Foto: Seno pendoposatu.id)

Jawa Timur

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:35 WIB

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page