KOTA MALANG, pendoposatu.id – Dani Agung Prasetiyo resmi terpilih jadi Ketua Karang Taruna Kota Malang masa bakti 2026-2031. Prosesi pemilihan ini berlangsung dalam gelaran Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kota Malang yang digelar di Mini Block Office, Balai Kota Malang, Sabtu (18/7/2026).
Di bawah nakhoda baru, organisasi kepemudaan ini langsung membawa visi segar. Dani berkomitmen mengubah wajah organisasi agar lebih mandiri secara ekonomi melalui program unggulan, Dani usung “Satu Kecamatan Satu Usaha”.
“Target pertama saya, di lima kecamatan yang ada di Kota Malang, setiap ketua kecamatan akan saya bukakan satu usaha, dan turunannya ke tingkat bawah satu usaha. Entah itu Warmindo atau unit usaha lainnya,” ujar Dani Agung Prasetiyo dengan optimistis usai terpilih melalui sidang pleno.
Kepada awak media, langkah berani yang diambil Dani ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata untuk menyuntikkan semangat wirausaha kepada muda-mudi. Ia ingin Karang Taruna Kota Malang tidak lagi terjebak dalam kegiatan seremonial belaka.
Melalui program ini, Karang Taruna Kota Malang akan diarahkan bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di tingkat basis.
Tak hanya fokus pada sektor ekonomi, kepedulian sosial juga menjadi prioritasnya. Ia menjanjikan pengadaan satu unit ambulans gratis untuk setiap kecamatan guna melayani masyarakat yang membutuhkan.
Guna menopang ekosistem wirausaha tersebut, Dani menyampaikan bakal menggelar rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi Karang Taruna secara berkelanjutan.
“Mulai dari pelatihan barista kopi hingga kelas public speaking disiapkan sebagai modal berharga meningkatkan daya saing pemuda di dunia kerja,” tegasnya.

TKD Karang Taruna dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Ketua Umum Bidang OKK Ahmad Bahtiar Sebayang, jajaran pengurus provinsi, serta perwakilan tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi tinggi dan menyambut baik langkah strategis kemandirian ekonomi tersebut. Ia menilai potensi besar organisasi ini sangat krusial dalam menyukseskan program-program andalan pemerintah daerah.
“Kami berharap Karang Taruna tidak hanya menjadi organisasi kemasyarakatan, tapi organisasi yang bisa berjalan seiring untuk berkolaborasi menjadikan Kota Malang yang mbois berkelas. Apalagi jaringannya luas dari kelurahan hingga tingkat RT/RW,” ungkap Wahyu yang berharap pemuda ikut mengawal program RT Berkelas.
Sementara itu, menanggapi dinamika internal yang sempat menghangat selama masa Caretaker (pengurus sementara) Karang Taruna Kota Malang, Dani menanggapinya dengan bijak. Ia menegaskan siap merangkul kembali seluruh pihak lewat konsolidasi cepat demi menjaga kekompakan.
“Nanti setelah ini saya akan konsolidasi sama beberapa rekan-rekan di Karang Taruna kecamatan yang miskomunikasi dengan acaranya Caretaker Karang Taruna Kota Malang,” tandasnya.
Dani yang memiliki latar belakang di partai politik juga menjamin penuh netralitas Karang Taruna Kota Malang dari kepentingan politik praktis.
“Kami berkomitmen menghindari penggiringan opini politik dalam program-program Karang Taruna ke depan, terutama yang menyangkut kebijakan strategis. Setiap langkah kebijakan akan selalu kami diskusikan bersama seluruh pengurus demi kemaslahatan masyarakat luas,” pungkas Dani. (gus)
Penulis : Gus
Editor : Red










