KOTA MALANG, pendoposatu.id– Bagi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang, semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur (Jatim) tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan masyarakat melalui kegiatan seni, budaya, komunitas, UMKM dan ekonomi kreatif.
Salah satunya melalui Semarak Hiburan Nostalgia Malang Classic yang resmi dibuka Kepala Bakorwil, Asep Kusdinar, di halaman kantor, Kamis (15 Oktober 2026). Mengusung nuansa nostalgia, kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 tersebut menghadirkan beragam atraksi dan pameran, mulai dari kendaraan antik, Vespa, sepeda onthel, produk ekonomi kreatif, UMKM, kuliner, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan tarian Nusantara, barongsai, dan Band Nylentang. Sejumlah hiburan lain juga dijadwalkan mengisi rangkaian acara, di antaranya musik, bantengan, jaranan, keroncong, dan Reog Ponorogo.
Dalam sambutannya, Asep Kusdinar menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para sponsor, komunitas otomotif klasik, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Tidak sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana mempertemukan masyarakat lintas generasi sekaligus menghidupkan kembali ingatan tentang sejarah, identitas, dan kekayaan budaya Malang.
“Bagi generasi yang lebih senior, acara ini menjadi kesempatan untuk mengenang masa muda. Sementara bagi generasi muda, inilah kesempatan untuk mengenal bahwa Malang memiliki sejarah dan warisan budaya yang begitu kaya,” ujar Asep.
Ia menegaskan, nostalgia bukan hanya tentang mengenang masa lalu, melainkan juga merawat kenangan, menghargai sejarah, dan mewariskan nilai-nilai baik kepada generasi berikutnya.
“Kita boleh terus bergerak maju, tetapi jangan sampai kehilangan cerita tentang dari mana kita berasal. Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan akar budaya masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks tersebut, kegiatan berbasis seni, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Asep menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut memasarkan produknya selama acara berlangsung.
“Semakin ramai pengunjung, semakin besar pula peluang usaha dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Kita ingin kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, komunitas, seniman, dan pelaku usaha,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku seni, dan masyarakat perlu saling mendukung agar aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.
“Saya ingin Bakorwil Malang tidak hanya dikenal sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi ruang yang semakin dekat dengan masyarakat, terbuka untuk kolaborasi, serta mendukung tumbuhnya kreativitas dan potensi daerah,” tegasnya.
Asep pun mengajak seluruh pengunjung untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga hari terakhir dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bersama.(Hms/Dir)












