Bakorwil Malang Perkuat Daya Saing UMKM Koridor Selatan Lewat Digitalisasi Produk

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Bakorwil Malang, Widodo Joko Santoso Saat Menghadiri Kegiatan Fasilitasi Bidang Perdagangan Di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang (Foto: bgs Pendoposatu)

Sekretaris Bakorwil Malang, Widodo Joko Santoso Saat Menghadiri Kegiatan Fasilitasi Bidang Perdagangan Di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang (Foto: bgs Pendoposatu)

Spread the love

 

MALANG, pendoposatu.id– Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Selatan Jatim. Melalui kegiatan Fasilitasi Bidang Perdagangan bertema “Penguatan Pangsa Pasar Produk UMKM melalui Foto Produk, Desain Kemasan, dan Pemasaran Online”, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar digital.

Kegiatan yang digelar di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Senin (20 Juli 2026) tersebut diikuti 30 pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi (Dinkop) dan UMKM Kabupaten Malang yang berasal dari kawasan selatan. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai fotografi produk menggunakan telepon pintar, desain kemasan, branding, legalitas produk hingga strategi pemasaran digital untuk memperluas akses pasar.

Saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Bakorwil Malang, Selasa pagi (21 Juli 2026), Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar menegaskan bahwa penguatan kapasitas UMKM merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam membangun Koridor Selatan Jatim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing.

“Pembangunan Koridor Selatan Jatim tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, atau infrastruktur fisik. Yang tidak kalah penting adalah membangun manusianya, membangun pelaku usahanya, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Asep.

Menurut Asep, wilayah Selatan Jatim menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga ekonomi kreatif. Namun selama ini banyak produk unggulan yang belum mampu memberikan nilai ekonomi optimal karena masih menghadapi persoalan kualitas kemasan, branding, promosi, dan pemasaran digital.

“Produk kita sebenarnya berkualitas. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana produk itu tampil menarik, dipercaya konsumen, dan mudah ditemukan di marketplace maupun media sosial. Karena itu kami menghadirkan pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari teknik foto produk, desain kemasan hingga strategi pemasaran digital,” katanya.

Ia menjelaskan, di era perdagangan digital, kemasan dan foto produk telah menjadi “etalase pertama” yang menentukan keputusan konsumen. Oleh sebab itu, peningkatan kemampuan visual branding menjadi investasi penting bagi UMKM agar memiliki nilai tambah dan mampu memperluas pangsa pasar. Hal tersebut juga menjadi salah satu materi utama dalam workshop yang diselenggarakan Bakorwil Malang.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa pengembangan UMKM di kawasan selatan merupakan bagian dari visi besar Road to Malang Raya Megapolitan dan Koridor Selatan Jatim, yang menempatkan wilayah selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.

“Kami ingin produk-produk unggulan dari Donomulyo, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, hingga kawasan pesisir selatan lainnya tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu masuk ke pasar nasional bahkan ekspor. Itulah esensi pembangunan kawasan, yaitu menghadirkan kesejahteraan melalui peningkatan daya saing masyarakat.”

Asep juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mendampingi transformasi UMKM menuju ekonomi digital. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi salah satu arah kebijakan Bakorwil Malang dalam memperkuat ekonomi kewilayahan.

Melalui fasilitasi perdagangan tersebut, Bakorwil Malang berharap lahir semakin banyak UMKM yang memiliki identitas merek kuat, kemasan profesional, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, serta akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, peningkatan omzet pelaku usaha akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan pengurangan kemiskinan di kawasan Selatan Jatim.

“Kalau UMKM naik kelas, ekonomi desa akan bergerak. Ketika ekonomi desa tumbuh, maka Koridor Selatan akan berkembang lebih cepat. Inilah yang terus kami orkestrasi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kewilayahan,” pungkas Asep.

Sementara itu, Sekretaris Bakorwil Malang Widodo Joko Santoso yang hadir mewakili Kepala Bakorwil Malang hadir dalam kegiatan Fasilitasi Bidang Perdagangan tersebut, menyampaikan bahwa fasilitasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Malang.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Hms Bakorwil Malang

Berita Terkait

Upaya Pemkab Tulungagung Pertahankan Kualitas Tembakau Gagang Rejeb Lewat Alokasi DBHCHT
DBHCHT 2026 Rp1,5 Miliar Diserap, Dinas PUPR Tulungagung Garap Perbaikan Jalan
PERADI Kabupaten Malang Gelar UPA 2026 Batch ke-II
Bakorwil Malang Gagas Malangopi Fest 2026 Bangkitkan Kejayaan Kopi Malang
Nostalgia Malang Classic Meriahkan HUT ke-81 Jawa Timur, Dukung Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Budaya
‎Gerindra Tanam 1.000 Pohon Dan Santuni Anak Yatim Dalam Gerakan Indonesia Asri
Aset Hibah 13 Hektare Kampus IV UIN Malang di Turen Dipersoalkan, DPRD Minta Pemkab Bertindak
DPRD Kabupaten Malang Sepakat Batasi Sound Horeg, Zia Ulhaq: Tak Perlu Perda Baru

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Upaya Pemkab Tulungagung Pertahankan Kualitas Tembakau Gagang Rejeb Lewat Alokasi DBHCHT

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:15 WIB

DBHCHT 2026 Rp1,5 Miliar Diserap, Dinas PUPR Tulungagung Garap Perbaikan Jalan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Bakorwil Malang Gagas Malangopi Fest 2026 Bangkitkan Kejayaan Kopi Malang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Nostalgia Malang Classic Meriahkan HUT ke-81 Jawa Timur, Dukung Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Budaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Aset Hibah 13 Hektare Kampus IV UIN Malang di Turen Dipersoalkan, DPRD Minta Pemkab Bertindak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:39 WIB

DPRD Kabupaten Malang Sepakat Batasi Sound Horeg, Zia Ulhaq: Tak Perlu Perda Baru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Dinsos Tulungagung Perkuat Validasi Data Penerima BLT DBHCHT 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

BLK Tulungagung Gunakan DBHCHT Untuk Pelatihan Barista Dan Desain Grafis

Berita Terbaru

Pelaksana dan peserta UPA Batch ke-2 DPC Peradi Kabupaten Malang (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

PERADI Kabupaten Malang Gelar UPA 2026 Batch ke-II

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page