Malang, pendoposatu.id – Peringatan Haul Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat malam (26/12/2025), menjadi ruang refleksi kebangsaan dan spiritual bagi masyarakat. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk kembali menguatkan nilai persatuan, toleransi, dan kemanusiaan yang diwariskan Gus Dur.
Abdurahman atau yang akrab disapa Abah Dur, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mantan anggota DPRD Kabupaten Malang, sekaligus Penasihat Gus Durian Kabupaten Malang, menegaskan bahwa ajaran dan keteladanan Gus Dur tetap relevan untuk menjawab tantangan sosial saat ini.
Menurut Abah Dur, nilai utama yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah kesabaran, keikhlasan, dan kesederhanaan, sebagaimana dicontohkan Gus Dur sepanjang hidupnya.
“Di malam haul ini kita melakukan refleksi Gus Dur. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan kesederhanaan beliau adalah teladan yang patut dicontoh oleh siapa pun,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus informasi dan dinamika di media sosial.
“Sekarang banyak dinamika di media sosial, tetapi alhamdulillah Malang tetap aman. Ini karena masyarakatnya masih menjaga kebersamaan,” katanya.
Abah Dur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kebersamaan demi terwujudnya Kabupaten Malang yang damai dan sejahtera.
“Pesan moral kami, mari menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan, agar Malang benar-benar makmur dan sejalan dengan arah pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abah Dur mengungkapkan kedekatan personalnya dengan almarhum Gus Dur. Ia mengaku kerap mendampingi Gus Dur semasa hidup dan menjadikannya sebagai guru kehidupan.
“Gus Dur itu guru saya. Saya pernah bermimpi didatangi beliau,” ungkapnya.
Dalam mimpi tersebut, Gus Dur menyampaikan pesan singkat yang hingga kini menjadi prinsip hidup Abah Dur.
“Hanya tiga kata: ikhlas dan sabar, insyaallah selamat. Itu yang menjadi pegangan saya sampai hari ini,” tuturnya.
Peringatan Haul Gus Dur di Pendopo Agung Kabupaten Malang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri, Bupati Malang H.M Sanusi beserta Forkopimda, Sekretaris Daerah, OPD dan Camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis Gus Durian, serta warga dari berbagai latar belakang, sebagai bentuk penghormatan atas warisan nilai kemanusiaan, persatuan, dan toleransi yang ditinggalkan Gus Dur bagi bangsa Indonesia.
Penulis : nes











