Pasuruan, pendoposatu id – Polemik penerimaan hadiah Tanah Kavling pada pelaksanaan Bangil Carnival Akbar 2023 lalu sempat jadi sorotan publik. Pasalnya penerimaan Hadiah Tanah Kavling pada acara Bangil Carnival 2023 sampai saat belum terealisasi, dan satu persatu sudah mulai terkuak dan berujung laporan ke Polisi.
Suasana semakin memanas ketika pelaksana Bangil Carnival Akbar 2023 Muslim Property sang pemberi hadiah tersebut sebelumnya lapor polisi karena dirinya dianggap penipu . Berujung saling lapor kepolisi saudara FZ lapor polisi terkait dirinya merasa ditipu .
Menurut keterangan Ketua Panitia Bangil Carnival Akbar 2023, Wahyu Nugroho saat di konfirmasi awak media bahwa yang berhak menerima hadiah berupa tanah kavling adalah saudara IRA pemenang Bangil Karnival , kami tidak mengenal saudara FZ .
Kami sebagai panitia pelaksana Bangil Karnival tersebut dua hari setelah kegiatan langsung bikinkan Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) sebagai dasar penerbitan akte jual beli dan sudah kami serahkan kepada pemenang,” kata Wahyu Selasa (27/10/2025).
Atas nama pemenang bernama IRA Warga Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, saat di konfirmasi menjelaskan kronologinya bahwa saudara FZ dulu itu ikut membiayai pelaksanaan karnaval sebesar Rp.21 juta, kalkulasi pelaksanaan kegiatan total habis Rp.30 juta, sisanya saya biayai sendiri.
Dari awal saya mau membiayai sendiri, ternyata FZ ngotot mau biayai, saya juga sudah ngomong kalau kalah gimana ? Terus FZ bilang nggak papa memang niat diserahkan untuk kegiatan warga, dan dihibahkan untuk warga”, ungkap IRA pada pendoposatu.id
Setelah begitu kita mendapat juara satu, warga hanya minta uang lelah Itu aja, Iya uang lelah, tapi FZ tidak mau kasih, dan ingin menguasai hadiah tanah kavling tersebut dengan atasnama pribadinya.
Karena kasihan warga, saya berniat membeli tanah tersebut senilai 35 juta, dan rencana uang FZ saya kembalikan Rp.21 juta sampai 25 juta, dan sisanya mau dibagikan ke warga, sesuai haknya. Akan tetapi FZ tetap nggak mau, dan ngotot minta Rp.50 juta,” jelasnya .
Akhirnya, warga (peserta Karnaval) protes tetap minta haknya untuk dikasih uang lelah kalau tidak mau hadiah tersebut jangan diberikan sama FZ. Akhirnya kita ngumpul di Balai RW untuk meluruskan permasalahan ini. Tetapi FZ tidak mau datang, dari situ warga semua tanda tangan menolak hadiah itu diberikan sama FZ.
Jadi prosesnya semakin rumit, dan berlarut-larut, bahkan konflik semakin tidak sehat. FZ menuduh tanah tersebut dibalik nama atas nama saya IRA, padahal tidak.
Saya sampai dikatai bajingan, pelacur, juga penipu, dikira tanah itu sudah sertifikat atas nama saya,” ujarnya .
Lebih lanjut IR, karena suasana sudah saling serang akhirnya warga kasihan sama IR, warga dengan sangat terpaksa menyerahkan semua kepengurusan surat-suratnya, kepada FZ, sehingga muncullah atasnama FZ dalam surat AJB yang sudah ditandatangani.
Saya sudah tidak ikut campur dalam kepengurusan surat-surat tersebut, karena sudah saya serahkan kepada Muslim Property dan FZ untuk mengurusnya. Saya kaget kok tiba-tiba ada berita simpang di media sosial yang sempat ricuh, dua kubu saling lapor Polisi “, tutupnya . (dul)
Penulis : dul











