KOTA MALANG, pendoposatu.id- Kelompok Tani Dewi Sri Karangbesuki bersama Komunitas Farm Forward menggelar riset satu tahun untuk menguji efektivitas pupuk organik SULAMI (Subur Alami) di Kota Malang, Sabtu (24 Oktober 2026). Langkah ini diambil sebagai solusi atas kerusakan struktur tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebih sekaligus strategi adaptasi menghadapi cuaca ekstrem.
Riset yang difokuskan pada tanaman hortikultura cabai dan tomat tumpangsari ini bertujuan melahirkan bukti ilmiah terkait pemulihan kesuburan tanah dan efisiensi biaya produksi petani.
“Kami tidak ingin sekadar mengklaim. Lewat riset satu tahun bersama Komunitas Farm Forward, pupuk organik SULAMI mampu memulihkan tanah kritis sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan,” terang erfan perwakilan Kelompok Tani Dewi Sri Karangbesuki.
Sementara itu, pembina riset Kaji Johan menjelaskan bahwa kerusakan tanah akibat pemakaian pupuk kimia sintetis jangka panjang menjadi penyebab utama tanaman gampang mati saat terjadi perubahan iklim.
“Tanah yang keras dan jenuh akibat pupuk kimia membuat akar tanaman tersiksa, sehingga saat dihantam cuaca ekstrem tanaman langsung mati. SULAMI memanfaatkan konsorsium mikroba pengurai untuk melembutkan kembali struktur tanah dan mengoptimalkan penyerapan hara,” tegas Kaji Johan.
Ia menambahkan, efektivitas penggunaan pupuk organik tersebut sebenarnya telah melewati pengujian awal di sejumlah titik lahan kritis.
“Uji coba awal sudah kami lakukan di beberapa lokasi. Untuk tanaman tebu, pengujian dilakukan di lahan Pak Udit kawasan Gondanglegi dan lahan Abah Lukman di Bantur,” jelasnya.
“Sementara untuk perkebunan jeruk, kami uji di lahan Pak Agus kawasan Karangwidoro. Hasilnya sangat memuaskan, tanaman jauh lebih adaptif menghadapi cuaca ekstrem dengan daun yang tumbuh pekat dan segar,” pungkasnya.(Agus S)












