MALANG, pendoposatu.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang hari ini, Senin (31 Agustus 2026) sedang menggelar rapat sidang paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 Kabupaten Malang.
Namun sangat disayangkan, ditengah berjalannya rapat paripurna, suasana menjadi gaduh saat beberapa warga mendatangi gedung DPRD Kabupaten Malang. Seorang bernama Hadi Wiyono alias Pak Dur, meluapkan emosinya dan berteriak-teriak protes dengan adanya kinerja anggota legislatif yang dinilai sangat lamban dalam menangani balasan surat yang sudah dikirimkan oleh Pak Dur, terkait polemik gerbang akses Bendungan Lahor Karangkates, Sumberpucung beberapa waktu lalu.
Pak Dur, menyoroti “sudah dua bulan ini, surat saya belum dibalas oleh anggota dewan. Kapan kami diundang untuk Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyelesaian polemik akses gerbang Bendungan Lahor” katanya dengan nada kesal.
Selang beberapa waktu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Malang, Drs.M.Nur Fuad Fauzi, MT, tampak keluar dari ruang rapat paripurna dan menenangkan Pak Dur. Menanggapi protes terbuka tersebut, Fuad Fauzi menunjukkan sikap tenang dan kooperatif.
Fuad sapaan akrabnya, didampingi staf dan Satpol PP mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan serta berupaya memberikan penjelasan persuasif kepada beberapa warga, agar situasi tetap kondusif.
Polemik yang dipersoalkan oleh warga bermula dari tindak lanjut hasil penyelesaian RDPU dengan Komisi I yang sebelumnya telah digelar dengan aksi demo beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, dalam pesan singkatnya, Ketua Komisi I, Amarta Faza, S.T, M.Sos mengatakan bahwa “Off the record nggih Mas, kemarin terkait Cak Dur sudah di-handle pimpinan. Kalau menyangkut sikap institusi DPRD, mohon nanti satu pintu melalui pimpinan DPRD nggih Mas, supaya penyampaiannya tetap sesuai kewenangan dan kelembagaan” ujarnya.
Terkait kejadian tersebut, pendoposatu.id mencoba menghubungi via chat Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi belum bisa memberikan pernyataannya.(Dir)












