Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda, Budiar Anwar ( tengah) Didampingi Kepala Desa Kedungsalam Misdi (kiri) Saat Menyarahkan Wayang ke Ki Dalang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Sekda, Budiar Anwar ( tengah) Didampingi Kepala Desa Kedungsalam Misdi (kiri) Saat Menyarahkan Wayang ke Ki Dalang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Spread the love

 

MALANG, pendoposatu.id – Tradisi Bersih Desa Kedungsalam di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, kembali menjadi bukti kuat bahwa budaya lokal masih terjaga di tengah masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., menegaskan tradisi tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya Jawa.

“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga. Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang sarat dengan nilai kehidupan, kebersamaan, dan gotong royong. Budaya warisan leluhur harus tetap lestari dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Budiar Anwar saat menghadiri pagelaran wayang kulit Bersih Desa Kedungsalam, Rabu (29 Juli 2026) malam.

Menurut Budiar, kekompakan masyarakat dalam menyukseskan Bersih Desa menjadi modal penting dalam membangun desa. Ia mengapresiasi seluruh panitia, warga, dan para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun desa. Mudah-mudahan kerukunan yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan untuk mewujudkan Desa Kedungsalam yang semakin maju dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungsalam, Misdi, menegaskan pagelaran wayang kulit merupakan agenda tahunan yang terlaksana berkat dukungan penuh masyarakat. Ia menyebut kerukunan warga menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan desa.

“Kerukunan dan kebersamaan adalah sangune mbangun deso. Alhamdulillah malam ini kita buktikan warga Desa Kedungsalam tetap guyub rukun. Kalau ada usulan yang baik, tentu akan terus kami perjuangkan demi kemajuan desa,” ujar Misdi.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin Kabupaten Malang agar selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah demi kemajuan daerah.

Pagelaran wayang kulit yang digelar di halaman parkir Pasar Wage, Desa Kedungsalam, itu dipadati sekitar seribu warga. Lakon “Risang Wisanggeni” yang dibawakan Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas dipadukan dengan penampilan Niken Salindri, Elisha Orcarus Allasso, dan Gareng Semarang sehingga mampu menghibur masyarakat hingga Kamis (30 Juli 2026) dini hari.

Sebagai tanda dimulainya pertunjukan, Sekda Kabupaten Malang menyerahkan gunungan kepada Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pagelaran budaya yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Kedungsalam sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.

Kegiatan turut dihadiri Bupati Malang HM Sanusi, jajaran Forkopimda, kepala OPD, unsur TNI-Polri, kepala desa se-Kecamatan Donomulyo, tokoh masyarakat, serta para donatur. Berdasarkan laporan Polsek Donomulyo, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai menjelang subuh berkat sinergi aparat keamanan, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat.(Nes)

Penulis : Ones

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan
Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal
Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI
Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen
Dapat Dukungan 12 Cabor, Ratih Dewi Indarti Resmi Maju di Bursa Ketua KONI Blitar
Jalan Rabat Beton Pringgodani Rampung, Warga Gelar Tasyakuran
Rembuk Stunting Desa Bantur Soroti 41 Anak, Guna Memperkuat Pencegahan
Aksi Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang Usut Tuntas Insiden Kekerasan Dihentikan Polisi, Usai Demo Di Gedung DPRD

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 17:05 WIB

Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 02:21 WIB

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Rabu, 16 September 2026 - 23:17 WIB

Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Rabu, 16 September 2026 - 12:00 WIB

Jalan Rabat Beton Pringgodani Rampung, Warga Gelar Tasyakuran

Rabu, 16 September 2026 - 09:31 WIB

Rembuk Stunting Desa Bantur Soroti 41 Anak, Guna Memperkuat Pencegahan

Selasa, 15 September 2026 - 20:36 WIB

Aksi Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang Usut Tuntas Insiden Kekerasan Dihentikan Polisi, Usai Demo Di Gedung DPRD

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum, saat memotong pita pembukaan Fakultas Pertanian UNITRI didampingi Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Kamis, 17 Sep 2026 - 02:21 WIB

Bupati Malang, H.M Sanusi memukul gong tanda dimulainya PKKMB Universitas Kepanjen (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:17 WIB

You cannot copy content of this page