Malang, pendoposatu.id – Upaya memperkuat ketahanan air bersih di Kabupaten Malang terus dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan dengan pendekatan yang lebih inklusif. Dalam momentum Hari Air Sedunia 2026, perusahaan daerah ini menggelar jelajah sumber air di kawasan Sumber Pitu, sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sumber daya air.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penelusuran titik mata air, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara aspek teknis dan sosial. Perempuan dilibatkan secara aktif mulai dari pengamatan kondisi sumber air hingga evaluasi lingkungan, guna menghadirkan kebijakan yang lebih menyeluruh.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis gender menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan air ke depan. Menurutnya, pengalaman perempuan dalam mengelola kebutuhan air sehari-hari menjadi kekuatan yang harus diintegrasikan dalam kebijakan.
“Melibatkan perempuan bukan sekadar simbolis, tetapi langkah strategis agar pengelolaan air lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pemantauan debit air di sejumlah sumber yang menjadi penopang distribusi di wilayah timur Kabupaten Malang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus memastikan kualitas air tetap terjaga.
Di sisi lain, aksi konservasi juga menjadi fokus utama. Penanaman pohon di area sekitar sumber air dilakukan sebagai bentuk perlindungan kawasan resapan, sementara edukasi kepada masyarakat digencarkan untuk menekan potensi pencemaran akibat sampah dan limbah.
Sinergi antarunit pelayanan turut diperkuat dalam kegiatan ini. Wilayah Tumpang, Pakis, Jabung, Sawojajar, hingga Poncokusumo menjadi bagian dari koordinasi terpadu guna memastikan distribusi air bersih berjalan optimal tanpa gangguan.
Perumda Tirta Kanjuruhan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga sekitar sumber air. Selain itu, program subsidi air diluncurkan dengan memberikan keringanan pemakaian hingga 10 meter kubik bagi pelanggan lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses air bersih secara adil, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan publik yang berpihak pada masyarakat.
“Keberlanjutan air tidak bisa dipisahkan dari peran semua pihak. Kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat merasakan manfaatnya secara merata,” tegas Syamsul.
Penulis : goes











