May Day 2026 Sayap Mas Malang, PDIP Angkat Peran Buruh Perempuan Dan Desak Realisasi Tri Layak

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDIP memperingati Hari Buruh Internasional 
sekaligus Hari Kartini di pabrik rokok Sayap Mas Gondanglegi Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

PDIP memperingati Hari Buruh Internasional sekaligus Hari Kartini di pabrik rokok Sayap Mas Gondanglegi Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

 

MALANG, pendoposatu id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan PDI Perjuangan untuk kembali menegaskan keberpihakan kepada kaum pekerja. Bertempat di Pabrik Rokok Sayap Mas Nusantara, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (30 April 2026), kegiatan ini difokuskan pada buruh perempuan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus juga merayakan Hari Kartini.

Politisi senior PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Kabupaten Malang bukan kebetulan. Wilayah ini dipilih karena memiliki basis buruh perempuan yang besar, terutama di sektor industri rokok.

“Kita sengaja memilih Malang karena basis buruh perempuannya kuat. Ini sekaligus menjadi bagian dari semangat memperingati Kartini. Buruh perempuan itu adalah Kartini masa kini yang ikut menjaga ekonomi keluarga,” tegas Ribka di lokasi kegiatan.

Dalam agenda tersebut, PDI Perjuangan menggelar aksi sosial sebagai bentuk kepedulian langsung kepada para buruh. Ribka menyebut, keberadaan ribuan buruh perempuan di pabrik tersebut menjadi representasi nyata peran perempuan dalam sektor industri.

“Saya mendapat informasi, di sini ada sekitar 2.000 buruh perempuan. Ini bukan angka kecil. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang harus kita perjuangkan hak-haknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ribka menyoroti bahwa persoalan mendasar buruh hingga kini belum mengalami perubahan signifikan. Ia menegaskan, tuntutan klasik yang dikenal sebagai “Tri Layak” masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.

“Isunya masih sama dari dulu, buruh menuntut Tri Layak. Layak kerja, layak upah, dan layak hidup. Ini yang terus kita perjuangkan dan belum sepenuhnya terwujud,” katanya.

Menurutnya, perjuangan tersebut telah lama menjadi komitmen ideologis PDI Perjuangan, bahkan sejak era pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun hingga saat ini, realisasi dari tuntutan tersebut dinilai masih jauh dari harapan para buruh.

Baca Juga :  Sekda Malang Dorong Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata, Hilirisasi Produk Lokal Jadi Prioritas

“Sejak dulu kita sudah mengangkat Tri Layak, bahkan saat pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tapi kenyataannya, sampai hari ini belum tercapai secara menyeluruh. Ini yang harus terus kita dorong,” tegas Ribka.

Melalui momentum May Day di Malang, PDI Perjuangan kembali menegaskan identitasnya sebagai partai yang berpihak pada wong cilik. Fokus terhadap buruh perempuan juga menjadi penegasan bahwa perjuangan ekonomi kerakyatan tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan di sektor industri.

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu memperkuat dorongan kebijakan yang lebih konkret dalam menjamin kesejahteraan buruh, khususnya dalam mewujudkan standar hidup yang layak di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyatakan bahwa aksi ini merupakan cerminan semangat marhaenisme dan posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang pro-pekerja.

“Kami memegang teguh prinsip bahwa jika buruh berdaulat, maka Indonesia akan berdikari. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kami kepada para pekerja,” tandasnya.

Selain pemberian Sembako pada 2000 buruh yang mayoritas perempuan, PDI Perjuangan juga menggelar bakti sosial pengobatan gratis.(Nes)

Penulis : Ones

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur
Kas Hartadi Soroti Potensi Pesepak Bola Muda Lawang, Siadi Cup Dinilai Jadi Jalur Menuju Level Profesional
Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026
Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka
Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!
Bupati Pasuruan Resmikan Open House Dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu
AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru