Blitar, Pendoposatu – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Blitar menggelar rapat agenda kerja yang dirangkai dengan pelatihan jurnalistik di Balai Pertemuan UPT SMPN 1 Garum, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar bersama seluruh anggota MKKS.
Sejak pagi, agenda diawali dengan pemaparan program kerja oleh Kepala Dinas Pendidikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi wawasan jurnalistik bertema “Membuka Cakrawala Jurnalistik pada Silaturahmi MKKS SMPN”, yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman literasi media di kalangan kepala sekolah.
Pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan praktisi media, Atok dan Sony, yang membekali peserta dengan materi dasar-dasar pemberitaan, mulai dari pengenalan jenis berita hingga teknik penulisan yang sesuai kaidah jurnalistik.
Praktisi jurnalis Sony, yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) sejak 2019, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Agenda seperti ini sangat penting. Jika dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan, peserta bisa meningkat ke jenjang pengetahuan berikutnya, bahkan dapat diterapkan oleh siswa yang berminat di bidang jurnalistik,” ujar Sony.
Ia menambahkan, materi yang diberikan masih bersifat dasar sebagai fondasi awal. “Ini baru landasan. Untuk tahap teknis dan kompetensi lanjutan, tentu perlu pendalaman melalui pelatihan berikutnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Blitar, Samuji, menilai peran media di daerah sudah semakin strategis dan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers menjadi kunci dalam menghadirkan informasi yang berimbang dan edukatif.
“Keberadaan media di Kabupaten Blitar saat ini sudah berkontribusi besar bagi pemerintah dan masyarakat. Informasi yang disampaikan mampu menyeimbangkan arus berita positif yang mudah diterima berbagai kalangan,” jelas Samuji.
Ia berharap, kegiatan diklat jurnalistik ini mampu membuka wawasan seluruh pemangku kepentingan di satuan pendidikan sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga ke depan.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan literasi media di lingkungan sekolah serta memperkuat sinergi dengan insan pers,” pungkasnya.
Penulis : Son











