Malang, pendoposatu.id – Arus mudik Lebaran 2026 di sejumlah pintu tol wilayah Kabupaten Malang masih menunjukkan intensitas tinggi. Meski dalam dua hari terakhir tercatat ada penurunan volume kendaraan, Polres Malang tetap memperkuat kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan pemudik yang diperkirakan mencapai puncaknya hari ini.
Kondisi lalu lintas di akses keluar-masuk Kabupaten Malang menjadi perhatian serius aparat kepolisian selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Penurunan angka kendaraan belum serta-merta menandakan arus mudik melandai, sebab jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol utama masih berada pada level tinggi, terutama di titik-titik yang menjadi jalur penghubung menuju Malang Raya dan Kota Batu.
Berdasarkan data Operasi Ketupat Semeru 2026, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Kabupaten Malang pada Selasa, 17 Maret 2026 tercatat sebanyak 20.920 unit. Pada Rabu, 18 Maret 2026, jumlah tersebut turun menjadi 20.334 unit atau berkurang sekitar 2,80 persen. Penurunan volume kendaraan terjadi di seluruh gerbang tol utama, yakni Tol Lawang, Tol Karanglo, dan Tol Pakis.
Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang juga mengalami penurunan. Pada Selasa, jumlah kendaraan masuk tercatat 21.506 unit, lalu menurun menjadi 21.189 unit pada Rabu atau turun sekitar 1,47 persen.

Meski mengalami koreksi, volume kendaraan yang masuk masih tergolong tinggi. Dari seluruh pintu tol yang dipantau, Tol Karanglo tetap menjadi titik dengan dominasi arus lalu lintas paling padat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menegaskan bahwa penurunan angka kendaraan tidak membuat kewaspadaan petugas berkurang. Menurutnya, situasi tersebut justru harus dibaca sebagai bagian dari dinamika arus mudik yang masih aktif berlangsung dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
“Secara keseluruhan memang ada penurunan, namun volume kendaraan masih cukup tinggi dan tetap perlu diantisipasi, terutama di titik-titik rawan kepadatan,” kata AKP Chelvin, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, Satlantas Polres Malang terus melakukan berbagai langkah antisipatif di lapangan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penempatan personel pada simpul-simpul kepadatan, hingga pemantauan intensif di akses tol dan jalur utama yang menjadi lintasan pemudik.
Kesiapan itu difokuskan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya kemacetan panjang maupun gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Menurut Chelvin, jalur yang mengarah ke kawasan Malang Raya dan Kota Batu menjadi salah satu perhatian utama karena merupakan lintasan favorit pemudik maupun pengguna jalan yang hendak menuju destinasi wisata. Oleh sebab itu, penguatan personel dilakukan agar distribusi arus kendaraan tetap terkendali meski tekanan volume lalu lintas meningkat.
“Kami terus meningkatkan pengaturan lalu lintas dan kesiapsiagaan personel di lapangan, terutama di akses tol dan jalur utama, karena puncak arus mudik diperkirakan terjadi hari ini,” ujarnya.
Selain menyiagakan personel, Polres Malang juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tidak mengabaikan aspek keselamatan. Pengendara diminta memastikan kondisi tubuh tetap prima, memeriksa kelayakan kendaraan sebelum berangkat, serta mematuhi seluruh aturan lalu lintas selama perjalanan.
Imbauan ini dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan di tengah tingginya mobilitas kendaraan pada momentum Lebaran. Di lapangan, situasi arus lalu lintas masih terpantau ramai namun relatif terkendali.
Salah satu pemudik asal Tasikmalaya, Agus (49), yang melakukan perjalanan menuju wilayah Karangploso, mengaku perjalanannya berjalan cukup lancar meski kepadatan kendaraan mulai terasa di sejumlah ruas.
“Alhamdulillah perjalanan cukup lancar, meskipun kendaraan ramai tapi masih bisa mengalir. Petugas juga terlihat sigap mengatur lalu lintas,” kata Agus.
Pernyataan pemudik tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran petugas di lapangan cukup membantu menjaga ritme arus kendaraan tetap bergerak.
Dalam situasi mudik dengan volume lalu lintas tinggi, respons cepat petugas menjadi faktor penting untuk mencegah penumpukan kendaraan, terutama di gerbang tol, simpang padat, dan jalur pertemuan arus dari berbagai arah.
Dengan arus kendaraan yang masih tinggi meski menunjukkan tren penurunan, Polres Malang memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan terus diperkuat. Langkah ini dilakukan agar puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Malang dapat dilalui masyarakat dengan aman, tertib, dan lancar.
Penulis : nes











