Malang, pendoposatu.id – Memasuki usia seperempat abad, Jatim Park Group menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi perkembangan pariwisata nasional. Selama 25 tahun berkiprah, perusahaan yang berbasis di Kota Batu tersebut berhasil menghadirkan berbagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi dan konservasi.
Direktur PT Maju Batu Bersama yang merupakan anak perusahaan JTP Group, Suryo Widodo, menyampaikan bahwa perjalanan panjang Jatim Park Group tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, pelaku industri perjalanan hingga media massa.
“Selama 25 tahun kami berkarya, dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat sekitar, komunitas travel, dan terutama media menjadi bagian penting dalam perjalanan Jatim Park Group. Media adalah ujung tombak penyebaran informasi, sehingga kolaborasi ini sangat berarti bagi perkembangan pariwisata,” ujar Suryo saat kegiatan gathering bersama media Malang Raya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, sejak berdiri sekitar dua dekade lalu, Jatim Park Group memulai perjalanan pengembangan pariwisata dari satu destinasi, yakni Jatim Park 1. Dari titik awal tersebut, perusahaan kini berkembang menjadi ekosistem pariwisata terpadu yang dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, konsep yang dibangun sejak awal bukan sekadar menghadirkan tempat rekreasi, tetapi juga ruang pembelajaran yang mengangkat nilai budaya dan kekayaan alam Indonesia.
“Kami ingin menciptakan tempat wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi edukasi tentang budaya bangsa serta memperkuat rasa bangga terhadap kekayaan Indonesia,” kata Suryo.
Seiring perjalanan waktu, Jatim Park Group juga memperkuat konsep wisata berbasis konservasi. Salah satunya melalui pengembangan Jatim Park 2 yang dikenal sebagai pusat konservasi satwa dan edukasi lingkungan. Melalui berbagai program pelestarian, pengunjung dapat mempelajari berbagai jenis satwa yang bahkan sudah langka di alam liar.
Selain konservasi satwa, pengembangan destinasi juga diarahkan pada pelestarian budaya dan seni, seperti yang dihadirkan di Jatim Park 3 yang menampilkan berbagai wahana bertema sejarah, teknologi, hingga koleksi alat musik dari berbagai era.
“Melalui berbagai destinasi yang kami kembangkan, kami ingin menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.
Dalam momentum 25 tahun bertajuk “Berkarya untuk Bangsa”, Jatim Park Group juga menyiapkan sejumlah proyek pengembangan destinasi baru untuk memperkuat daya tarik wisata Kota Batu.
Marketing and Public Relations Manager Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengungkapkan salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Museum Mega Sains dan Budaya di kawasan Jatim Park 1. Proyek tersebut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Museum tersebut dirancang menghadirkan lebih dari 400 wahana edukatif yang memadukan sejarah peradaban Nusantara dengan teknologi modern. Pengunjung nantinya dapat mempelajari berbagai fase penting sejarah Indonesia, mulai dari kejayaan Kerajaan Majapahit hingga perkembangan teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan dan robotik.
Selain itu, Jatim Park Group juga hampir merampungkan pembangunan Batu Sport Center di kawasan Jatim Park 3. Fasilitas olahraga berstandar internasional ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 4.000 orang dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan olahraga, seminar, hingga event berskala besar.
Tidak berhenti di situ, perusahaan juga tengah merancang pengembangan hotel tematik baru bernama Hotel Tertawa serta proyek aquarium modern berskala besar yang dikerjakan bersama investor dari Malaysia.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Jatim Park Group menargetkan dapat terus menghadirkan pembaruan destinasi wisata secara konsisten. Manajemen bahkan menetapkan target menghadirkan minimal tiga wahana baru setiap tahun di berbagai lokasi yang mereka kelola.
“Ini menjadi komitmen kami untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung yang datang ke Kota Batu,” pungkas Titik.
Penulis : nes











