Pantai Sipelot Malang Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Pesisir, Infrastruktur KNMP Diperkuat Tahun 2026

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring (kanan) mendampingi Bupati Sanusi (kopiah hitam) saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono di KNMP Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo

Ket foto. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring (kanan) mendampingi Bupati Sanusi (kopiah hitam) saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono di KNMP Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo

Malang, pendoposatu.id – Kawasan pesisir Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, terus dipacu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis perikanan tangkap. Pemerintah Kabupaten Malang memastikan penguatan infrastruktur lanjutan akan dilakukan pada 2026 guna menyempurnakan fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, saat mendampingi Bupati Malang dalam kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di kawasan tersebut, Rabu (4/3/2026). Ia menegaskan, pembangunan tahap awal Kawasan Nelayan Modern Perikanan (KNMP) telah selesai sepenuhnya sesuai kontrak tahun 2025.

“Progres pembangunan KNMP ini  berdasarkan kontrak di tahun 2025 kemarin, progresnya sudah 100 persen. Jadi semua sudah terbangunkan dengan baik, walaupun tadi ada beberapa memang hasil evaluasi Pak Menteri yang perlu disempurnakan,” ujar Victor.

Pada 2026, pemerintah akan fokus pada pembangunan lanjutan untuk menunjang operasional nelayan, terutama penyediaan bahan bakar dan kelancaran akses kapal.

“Di tahun 2026 ini berdasarkan usulan akan ada pembangunan lanjutan. Salah satunya adalah SPBUN atau stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan,” tegasnya.

Selain SPBUN, sedimentasi muara yang selama ini menjadi kendala juga akan ditangani serius melalui pengerukan dan penguatan dinding penahan.

“Sedimentasi di sini cukup besar dan akan dilakukan pengerukan, termasuk penguatan dinding sehingga jalur masuk-keluar kapal bisa lebih bagus dan lebih lebar. Semua kapal nanti bisa masuk ke muara sini,” jelas Victor.

Dengan perbaikan tersebut, kapal tidak lagi bersandar di pasir seperti sebelumnya.

“Nanti semua kapal akan bersandar di air, bukan lagi di pasir. Harapannya umur kapal lebih panjang karena risiko kerusakan lebih kecil,” imbuhnya.

Victor juga mengungkapkan bahwa kebutuhan air tawar menjadi perhatian penting. Saat ini kawasan masih didominasi air payau, sehingga pengeboran akan dilakukan tahun ini.

Baca Juga :  Didukung Penuh Wamenparekraf RI, New Wisata Wendit is Back, Go Internasional

“Air di sini masih payau, tahun ini akan dibor untuk menyediakan air tawar bagi kebutuhan pabrik es,” katanya.

Pabrik es yang telah dibangun memiliki kapasitas sekitar 2 ton per siklus produksi. Meski belum mencukupi seluruh kebutuhan saat musim puncak, fasilitas tersebut diharapkan membantu nelayan saat paceklik.

“Minimal saat tidak musim ikan, kebutuhan es bisa dipenuhi dari sini. Kalau musim ikan tentu perlu tambahan dari luar,” ujarnya.

Selain sarana kelautan, peningkatan akses jalan menuju kawasan juga telah diusulkan.

“Pak Bupati sudah menyampaikan usulan terkait jalan, tinggal proses selanjutnya. Semoga segera bisa direalisasikan,” kata Victor.

Ia optimistis, meski sarana-prasarana masih bersifat pengungkit awal, kawasan ini akan tumbuh pesat.

“Sarana ini memang sebagai trigger. Kami optimis daerah ini akan berkembang,” tegasnya.

Perkembangan pesisir Sipelot terlihat nyata dari lonjakan jumlah armada nelayan. Jika pada 2017 hanya terdapat 30 kapal, kini jumlahnya mencapai 300 unit.

“Sekarang sudah 300 kapal. Artinya naik 10 kali lipat,” ungkap Victor.

Pertumbuhan itu didorong oleh tingginya hasil tangkapan ikan layur yang menjadi komoditas ekspor utama. Pada 2026, pendaratan layur di kawasan ini mencapai 5.000 ton.

“Ikan layur adalah ikan ekspor, 100 persen ekspor. Nilainya tinggi dan termasuk ikan ekonomis penting. Itu sebabnya perkembangan di sini sangat signifikan,” pungkasnya.

Dengan penguatan SPBUN, normalisasi muara, penyediaan air tawar, hingga peningkatan akses jalan, Pantai Sipelot diproyeksikan menjadi sentra perikanan tangkap strategis sekaligus penggerak ekonomi pesisir selatan Kabupaten Malang.

Penulis : nes

Berita Terkait

RSUD Ngantang Kekurangan SDM dan Alat Medis, DPRD Targetkan Kerja Sama BPJS Tahun Ini
Tajuk Redaksi: Interpelasi atau Pengalihan Isu? Ketika Mutasi dan Uji Kompetensi JPT Pratama Lebih Mendesak Diusut
RSUD Ngantang Kejar Kerja Sama BPJS, Terkendala SDM dan Minimnya Sarana Medis
Dampak Fullday School, Wabup Malang Tekankan Penguatan Pesantren dan Payung Hukum Pendidikan
May Day 2026 di Sayap Mas Malang, PDI Perjuangan Angkat Peran Buruh Perempuan dan Desak Realisasi Tri Layak
Roti Kentang No Sugar Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Pasar, Siap Penuhi Ribuan Pesanan Hardiknas
Pengelolaan Limbah SPPG, DLH Kabupaten Malang Dorong Kepatuhan dan Pendampingan Intensif
Program Makan Bergizi Dinilai Efektif, GAPEMBI Perkuat Sinergi UMKM dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:47 WIB

RSUD Ngantang Kekurangan SDM dan Alat Medis, DPRD Targetkan Kerja Sama BPJS Tahun Ini

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

Tajuk Redaksi: Interpelasi atau Pengalihan Isu? Ketika Mutasi dan Uji Kompetensi JPT Pratama Lebih Mendesak Diusut

Senin, 4 Mei 2026 - 18:05 WIB

RSUD Ngantang Kejar Kerja Sama BPJS, Terkendala SDM dan Minimnya Sarana Medis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dampak Fullday School, Wabup Malang Tekankan Penguatan Pesantren dan Payung Hukum Pendidikan

Selasa, 28 April 2026 - 19:05 WIB

Roti Kentang No Sugar Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Pasar, Siap Penuhi Ribuan Pesanan Hardiknas

Senin, 27 April 2026 - 14:11 WIB

Pengelolaan Limbah SPPG, DLH Kabupaten Malang Dorong Kepatuhan dan Pendampingan Intensif

Minggu, 26 April 2026 - 22:24 WIB

Program Makan Bergizi Dinilai Efektif, GAPEMBI Perkuat Sinergi UMKM dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Didik Gatot Subroto Instruksikan Konsolidasi Total Kader, Targetkan Rebut Seluruh Kontestasi Politik

Berita Terbaru