Pendoposatu.id, Malang – Pemerintah Desa Klampok mendesak Pemerintah Kabupaten Malang segera melakukan penanganan permanen terhadap jalan longsor di Dusun Krajan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kerusakan yang terjadi sejak 2022 itu hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh, padahal jalur tersebut menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Klampok, Jefri, menegaskan bahwa pihak desa telah berulang kali mengajukan laporan serta proposal perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Namun, hingga awal 2026, realisasi perbaikan permanen belum juga dilakukan.
“Kami sudah mengajukan laporan dan proposal perbaikan sejak lama karena ini menyangkut keselamatan warga. Jalan ini jalur utama masyarakat untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi,” ujar Jefri, Rabu (25/02/2026).
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi memiliki panjang sekitar 21 meter dengan kedalaman mencapai kurang lebih 30 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan ambles dan menyempit secara signifikan. Struktur tanah yang labil dinilai berpotensi memicu longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Menurut Jefri, skala kerusakan tidak memungkinkan ditangani melalui anggaran desa karena membutuhkan konstruksi penahan tebing yang kuat dan perencanaan teknis matang. Ia menekankan perlunya dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten agar pembangunan talud atau dinding penahan tanah dapat dilakukan secara permanen.
“Kami berharap ada penanganan serius secepatnya. Ini bukan sekadar perbaikan kecil, tapi perlu konstruksi yang benar-benar kuat agar tidak membahayakan warga,” tegasnya.
Di lapangan, kondisi jalan masih dapat dilalui secara terbatas dengan sistem bergantian untuk kendaraan roda empat. Lebar jalan yang menyempit membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat berpapasan. Warga juga mengaku khawatir apabila jalur tersebut dilintasi kendaraan angkutan berat.
Salah seorang warga yang setiap hari melintas menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi longsor susulan. Ia menilai beban kendaraan berat dapat mempercepat pergerakan tanah di area yang sudah retak dan tidak stabil.
“Kalau dilewati kendaraan angkutan berat itu berbahaya. Takutnya tanahnya bergerak lagi atau longsornya melebar,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi korban jiwa maupun kerusakan lebih parah yang dapat memutus total akses penghubung antarwilayah di Dusun Krajan.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, mengaku akan melakukan pengecekan lebih lanjut atas informasi tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan meminta tim teknis melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi terkini.
“Loh masak mas ada yang dari tahun 2022? Soalnya semua yang kena bencana sudah tuntas tahun 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/02/2026).
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung. “Biar dicek teman-teman dulu mas,” singkatnya.
Hingga kini, jalan longsor di Dusun Krajan, Desa Klampok, masih menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Pemerintah desa mendesak adanya sinkronisasi data antara desa dan pemerintah kabupaten serta tindak lanjut konkret agar penanganan permanen dapat segera direalisasikan, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas dan perekonomian warga.
Penulis : nes











