Jalan Longsor 21 Meter di Dusun Krajan Belum Tertangani Sejak 2022, Pemdes Klampok Desak Pemkab Malang Bertindak

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Akses jalan di wilayah Desa Klampok Kecamatan Singosari yang longsor sejak tahun 2022 belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang

Ket foto. Akses jalan di wilayah Desa Klampok Kecamatan Singosari yang longsor sejak tahun 2022 belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang

Pendoposatu.id, Malang – Pemerintah Desa Klampok mendesak Pemerintah Kabupaten Malang segera melakukan penanganan permanen terhadap jalan longsor di Dusun Krajan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kerusakan yang terjadi sejak 2022 itu hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh, padahal jalur tersebut menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Desa Klampok, Jefri, menegaskan bahwa pihak desa telah berulang kali mengajukan laporan serta proposal perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Namun, hingga awal 2026, realisasi perbaikan permanen belum juga dilakukan.

“Kami sudah mengajukan laporan dan proposal perbaikan sejak lama karena ini menyangkut keselamatan warga. Jalan ini jalur utama masyarakat untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi,” ujar Jefri, Rabu (25/02/2026).

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi memiliki panjang sekitar 21 meter dengan kedalaman mencapai kurang lebih 30 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan ambles dan menyempit secara signifikan. Struktur tanah yang labil dinilai berpotensi memicu longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.

Menurut Jefri, skala kerusakan tidak memungkinkan ditangani melalui anggaran desa karena membutuhkan konstruksi penahan tebing yang kuat dan perencanaan teknis matang. Ia menekankan perlunya dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten agar pembangunan talud atau dinding penahan tanah dapat dilakukan secara permanen.

“Kami berharap ada penanganan serius secepatnya. Ini bukan sekadar perbaikan kecil, tapi perlu konstruksi yang benar-benar kuat agar tidak membahayakan warga,” tegasnya.

Di lapangan, kondisi jalan masih dapat dilalui secara terbatas dengan sistem bergantian untuk kendaraan roda empat. Lebar jalan yang menyempit membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat berpapasan. Warga juga mengaku khawatir apabila jalur tersebut dilintasi kendaraan angkutan berat.

Baca Juga :  Ketua PC GM FKPPI Kabupaten Malang: Cari Pemimpin Yang Berprestasi

Salah seorang warga yang setiap hari melintas menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi longsor susulan. Ia menilai beban kendaraan berat dapat mempercepat pergerakan tanah di area yang sudah retak dan tidak stabil.

“Kalau dilewati kendaraan angkutan berat itu berbahaya. Takutnya tanahnya bergerak lagi atau longsornya melebar,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi korban jiwa maupun kerusakan lebih parah yang dapat memutus total akses penghubung antarwilayah di Dusun Krajan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, mengaku akan melakukan pengecekan lebih lanjut atas informasi tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan meminta tim teknis melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi terkini.

“Loh masak mas ada yang dari tahun 2022? Soalnya semua yang kena bencana sudah tuntas tahun 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/02/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung. “Biar dicek teman-teman dulu mas,” singkatnya.

Hingga kini, jalan longsor di Dusun Krajan, Desa Klampok, masih menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Pemerintah desa mendesak adanya sinkronisasi data antara desa dan pemerintah kabupaten serta tindak lanjut konkret agar penanganan permanen dapat segera direalisasikan, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas dan perekonomian warga.

Penulis : nes

Berita Terkait

Selter Kasatpol PP Kabupaten Malang Diuji: Berani Pilih Penegak Hukum atau Sekadar Administrator?
Dari Tumpang, Pemerintah Pacu Kemandirian Bibit Unggas dan Perkuat Rantai Pasok Pangan Desa
MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Menko Pangan Pastikan Distribusi Gizi di Ponpes Malang Aman dan Tepat Sasaran
Wagub Jatim Tinjau MBG di Malang, Sertifikasi dan Evaluasi SPPG Jadi Prioritas
Aisyah Ar-Rumy Wakili Indonesia di Festival Tahfidz Dubai, Bupati Malang Serahkan Dukungan Rp30 Juta
SMK Ar-Roudloh Gedangan Resmi Launching 2026, 260 Siswa Nikmati Sekolah dan Mondok Gratis
Peringati HPN 2026, DLH Kabupaten Malang Ikut Sukseskan Aksi Tanam 1000 Pohon di Bantaran Sungai Wendit
GP Ansor Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Era Baru Organisasi Digital dan Distribusi Kader Dimulai
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:58 WIB

Selter Kasatpol PP Kabupaten Malang Diuji: Berani Pilih Penegak Hukum atau Sekadar Administrator?

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:52 WIB

Jalan Longsor 21 Meter di Dusun Krajan Belum Tertangani Sejak 2022, Pemdes Klampok Desak Pemkab Malang Bertindak

Senin, 23 Februari 2026 - 22:11 WIB

MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Menko Pangan Pastikan Distribusi Gizi di Ponpes Malang Aman dan Tepat Sasaran

Senin, 23 Februari 2026 - 21:06 WIB

Wagub Jatim Tinjau MBG di Malang, Sertifikasi dan Evaluasi SPPG Jadi Prioritas

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:50 WIB

Aisyah Ar-Rumy Wakili Indonesia di Festival Tahfidz Dubai, Bupati Malang Serahkan Dukungan Rp30 Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

SMK Ar-Roudloh Gedangan Resmi Launching 2026, 260 Siswa Nikmati Sekolah dan Mondok Gratis

Senin, 16 Februari 2026 - 12:54 WIB

Peringati HPN 2026, DLH Kabupaten Malang Ikut Sukseskan Aksi Tanam 1000 Pohon di Bantaran Sungai Wendit

Senin, 16 Februari 2026 - 12:47 WIB

GP Ansor Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Era Baru Organisasi Digital dan Distribusi Kader Dimulai

Berita Terbaru

Ket foto. Petugas dari jajaran Polres Malang saat melakukan olah TKP di kandang ayam

Polres Malang

Polres Malang Selidiki Ambruknya Kandang Ayam, Dua Tewas

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:52 WIB