Pasuruan, pendoposatu.id – Seorang pemuda warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Samsul Arif (34) telah meludahi dan memukul Subandi seorang kepala desa Kedungboto, kejadian tersebut mengakibatkan hidungnya Subandi menjadi berdarah dan terluka.
Bukan sekedar itu kaca mobil trucknya juga dipecah, kejadian ini pada Senin (23/2/2026).
Peristiwa tersebut melibatkan Samsul Arif (34), warga Desa Kedungboto, yang disebut-sebut sudah beberapa kali membuat keresahan di lingkungan sekitar. Bahkan, menurut informasi aksi kali ini merupakan yang ketiga kalinya ia berselisih dengan Kepala Desa Kedungboto, Subandi.
Selain itu, Samsul juga kerap terlibat pertengkaran dengan tetangganya sendiri.
Insiden terjadi saat Kepala Desa Subandi hendak menghadiri rapat di desa, secara tiba-tiba, Samsul mendekatinya dan meludahi sang kepala desa. Ketika ditegur dan ditanya alasan atas tindakannya tersebut, Samsul justru diduga langsung melayangkan pukulan ke arah wajah Subandi Kepala desa hingga menyebabkan hidungnya berdarah.
Usai melakukan pemukulan, pelaku berusaha melarikan diri. Namun, warga yang mengetahui kejadian itu langsung mengejar dan berhasil menangkapnya. Emosi warga yang tersulut membuat Samsul sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka-luka.
Beruntung, Kepala Desa Subandi segera menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi hal-hal yang lebih parah.
Dengan kejadian tersebut aparat dari Polsek Beji segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku dari kerumunan warga.
Kepala Desa Kedungboto Subandi menegaskan bahwa kasus tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib agar diproses sesuai hukum yang berlaku agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ia selalu meresahkan warga, apalagi ini di bulan romadhon,” ujarnya .
Ia berharap penanganan secara hukum dapat memberikan efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Saat ini, Samsul Arif telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya, dengan pengawalan dari aparat kepolisian.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut,” tutup Subandi . (dul)
Penulis : dul











