Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Menu MBG Bulan Ramadhan di Malang yang lagi viral

Ket foto. Menu MBG Bulan Ramadhan di Malang yang lagi viral

 

Malang, pensoposatu.id – Polemik Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026 di Kota dan Kabupaten Malang memantik sorotan tajam publik. Sejumlah unggahan video di media sosial memperlihatkan paket makanan kering yang dibagikan kepada siswa, dengan dugaan nilai per porsi di bawah Rp8.000 serta kandungan gizi yang dinilai belum mencerminkan semangat program nasional tersebut.

Sejak awal Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan pembagian MBG dalam bentuk makanan kering yang disesuaikan dengan penerima manfaat. Namun, pada Senin (23/2/2026) hingga Selasa (24/2/2026), berbagai unggahan dari sekolah-sekolah di Malang menjadi viral dan memicu perdebatan mengenai kelayakan harga serta komposisi gizinya.

Politisi senior Kota Malang, Arief Wahyudi, menyebut terdapat kondisi memprihatinkan dari hasil pengamatannya di dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Klojen.

“Kalau pengamatan saya hanya di dua SDN dan satu SMPN di Klojen. Menurut saya kurang layak ya kalau ditinjau dari sisi harga yang tidak sampai menyentuh angka Rp 8.000,” tegas anggota DPRD Kota Malang tersebut.

Pada hari pertama, menu yang dibagikan berupa roti kukus, telur rebus, kurma, dan kacang goreng. Sementara pada hari kedua, siswa menerima roti, apel, dan susu. Berdasarkan estimasi harga pasar, Arief meyakini paket tersebut tidak mencapai Rp8.000 per porsi.

Ket foto. Menu MBG di Malang yang lagi viral

Ia mengingatkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menjadikan program ini sebagai ruang mencari keuntungan berlebihan.

“Mindset dari SPPG jangan mencari keuntungan sebesar-besarnya, karena keuntungan SPPG kan sudah dialokasikan oleh negara,” ujarnya.

Arief juga menegaskan bahwa program MBG menyangkut pelayanan publik yang sangat mendasar dan memiliki resistensi tinggi di tengah masyarakat, sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat dan sesuai aturan.

Baca Juga :  Sensasi Obong-Obong Mak Nik, Kuliner Jepang di Bangil yang Bikin Nagih!

“Dengan demikian maka program besar ini bisa benar-benar sukses,” pungkasnya.

Sorotan serupa muncul di Kabupaten Malang. Di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Blimbing, menu yang diterima siswa dilaporkan tidak jauh berbeda. Bahkan di wilayah Kepanjen, siswa SDN mendapatkan paket telur, jeruk, roti, dan kurma.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menilai komposisi tersebut belum mencerminkan standar makanan bergizi yang seharusnya menjadi ruh program MBG.

“Program ini seharusnya memperkuat gizi anak, bukan sekadar formalitas pembagian makanan. Kalau menunya seperti itu, jelas tidak mencerminkan program makan bergizi yang dirancang pemerintah,” paparnya.

Menurutnya, esensi MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan asupan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral terpenuhi secara seimbang, terlebih di bulan Ramadan ketika pola makan anak berubah.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Partai Gerindra, Zia’ul Haq, meminta publik tidak menilai program secara sepihak. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPPG telah melalui mekanisme pengawasan dan standar yang jelas, baik dari sisi kualitas bahan pangan maupun proses distribusi.

“Kalau ada satu dua temuan di lapangan, itu harus dilihat secara proporsional. Jangan kemudian digeneralisasi seolah-olah seluruh SPPG menyajikan makanan yang tidak layak. Itu tidak fair,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).

Saat ini terdapat 188 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan ketidaksesuaian hanya terjadi di dua hingga tiga titik dan tidak berlangsung setiap hari.

“Artinya persentasenya sekitar 0,3 persen. Jadi jangan digeneralisir seakan-akan semuanya bermasalah,” imbuhnya.

Polemik MBG di Malang menunjukkan pentingnya transparansi anggaran, pengawasan distribusi, serta evaluasi berkala terhadap kualitas menu. Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, konsistensi standar harga dan kandungan gizi menjadi keniscayaan, bukan sekadar formalitas administratif.

Baca Juga :  Begini Respon Dinas PUBM kabupaten Malang Saat Ada Keluhan Masyarakat Perihal Jalan Ambles Di Desa Kepuharjo 

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah bersama pengelola SPPG untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar berbanding lurus dengan kualitas gizi yang diterima siswa. Tanpa perbaikan konkret, program yang dirancang untuk mencetak generasi sehat berisiko tergerus oleh persepsi negatif dan lemahnya pengawasan di lapangan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:39 WIB

Dari Tumpang, Pemerintah Pacu Kemandirian Bibit Unggas dan Perkuat Rantai Pasok Pangan Desa

Senin, 23 Februari 2026 - 22:11 WIB

MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Menko Pangan Pastikan Distribusi Gizi di Ponpes Malang Aman dan Tepat Sasaran

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:50 WIB

Aisyah Ar-Rumy Wakili Indonesia di Festival Tahfidz Dubai, Bupati Malang Serahkan Dukungan Rp30 Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

SMK Ar-Roudloh Gedangan Resmi Launching 2026, 260 Siswa Nikmati Sekolah dan Mondok Gratis

Senin, 16 Februari 2026 - 12:54 WIB

Peringati HPN 2026, DLH Kabupaten Malang Ikut Sukseskan Aksi Tanam 1000 Pohon di Bantaran Sungai Wendit

Senin, 16 Februari 2026 - 12:47 WIB

GP Ansor Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Era Baru Organisasi Digital dan Distribusi Kader Dimulai

Senin, 16 Februari 2026 - 12:28 WIB

Pelantikan GP Ansor Kabupaten Malang 2025–2029 Diharapkan Langsung Bergerak Nyata, Makhrus Sholeh: Jangan Hanya Seremonial

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:30 WIB

Bupati Sanusi Hadiri Soft Opening Kin No Tori Halal di Villa Puncak Tidar Dau

Berita Terbaru

Ket foto. Petugas dari jajaran Polres Malang saat melakukan olah TKP di kandang ayam

Polres Malang

Polres Malang Selidiki Ambruknya Kandang Ayam, Dua Tewas

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:52 WIB

Dokumen foto: kepala desa Kedungboto Subandi dengan trucknya yang pecah kacanya

Pasuruan

Kades Kedungboto Beji Di Ludahi dan Dipukul Warganya Sendiri

Selasa, 24 Feb 2026 - 04:10 WIB