TULUNGAGUNG, pendoposatu.id – Sepanjang Agustus hingga September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mendeteksi adanya kenaikan signifikan pada kasus flu dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Fenomena ini menyebabkan lonjakan jumlah pasien rawat inap hingga mendongkrak Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa fasilitas kesehatan tingkat pertama pada Kamis, (1Oktoner 2026).
Kepala Dinkes Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa kenaikan tren penyakit ini muncul secara sporadis dan belum menyebar merata ke seluruh kecamatan.
“Walaupun ada puskesmas yang kebanjiran pasien, keterisian tempat tidur secara rata-rata di tingkat kabupaten masih terjaga di angka 39 persen. Ini mengindikasikan bahwa persebaran kasusnya masih terlokalisasi di titik-titik tertentu saja,” ungkap Desi dalam wawancara bersama awak media.
Di lapangan, beberapa puskesmas mencatat tingkat keterisian fasilitas rawat yang hampir penuh bahkan menyentuh batas maksimum. Puskesmas Kauman, contohnya, mencatat 16 dari total 20 tempat tidur sudah terisi. Sementara itu, seluruh unit rawat di Puskesmas Karangrejo, sebanyak 13 tempat tidur, terisi penuh.
Sebaliknya, Puskesmas Besuki terpantau relatif sepi. Ketimpangan jumlah pasien antarwilayah ini mempertegas bahwa gelombang ISPA dan influenza belum meluas secara menyeluruh.
Menurut Desi, rata-rata pasien memerlukan masa perawatan rawat inap selama 3 hingga 4 hari. Namun, jika dihitung total dari awal kemunculan gejala hingga benar-benar pulih, durasinya berkisar antara 5 sampai 7 hari.
“Sampai saat ini, penderita ISPA maupun flu masih bisa tertangani dengan sangat baik di puskesmas, sehingga belum ada yang memerlukan rujukan ke rumah sakit,” terangnya.
Mengenai adanya pengalihan pasien dari Puskesmas Karangrejo ke faskes lain, Desi menegaskan hal itu murni disebabkan oleh terbatasnya daya tampung tempat tidur, bukan karena keparahan kondisi medis pasien yang membutuhkan penanganan Rumah Sakit.
Guna menekan laju penyebaran penyakit ini, Dinkes mengimbau warga Tulungagung untuk kembali memperketat protokol kesehatan dan konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Masyarakat amat disarankan untuk memprioritaskan penggunaan masker ketika merasa kurang sehat, saat berobat ke faskes, maupun sewaktu berada di area publik yang ramai demi mencegah penularan,” tutup Desi.(Hanik)












