Malang, pendoposatu.id – Menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pengelola Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama kepolisian memperketat standar keselamatan transportasi wisata. Seluruh kendaraan yang mengangkut wisatawan, khususnya Jeep wisata Bromo, diwajibkan mengikuti rampcheck guna memastikan kondisi kendaraan laik jalan, aman, serta memenuhi standar keselamatan dan perlindungan asuransi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan wisata alam yang memiliki karakter medan ekstrem dan tingkat kepadatan tinggi saat musim liburan.
Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, menegaskan bahwa rampcheck merupakan salah satu indikator kesiapan pengelolaan kawasan dalam menghadapi puncak kunjungan wisata Nataru.
“Libur Natal dan Tahun Baru selalu diikuti peningkatan jumlah wisatawan yang cukup signifikan. Karena itu, aspek keselamatan menjadi prioritas utama kami, termasuk memastikan seluruh kendaraan wisata dalam kondisi prima sebelum beroperasi,” ujarnya pada awak media, Jumat (19/12/2025).
Selain pemeriksaan kendaraan, Balai Besar TNBTS juga telah menyiapkan pos-pos penjagaan di seluruh pintu masuk kawasan, yang dioperasikan secara terpadu bersama Polres Malang, TNI, dan pemerintah daerah.
“Penjagaan dilakukan secara kolaboratif. Kami menyiapkan pos pelayanan dan pos pengamanan sebagaimana yang telah disampaikan Kapolres Malang, agar arus wisata tetap terkendali dan aman,” jelas Bambang.
Menurutnya, dukungan Polres Malang memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban serta menekan potensi gangguan keselamatan di kawasan wisata alam TNBTS, khususnya saat terjadi lonjakan kendaraan dan wisatawan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan penuh Polres Malang dalam penertiban dan pengawasan. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan aktivitas wisata berjalan tertib dan aman,” tegasnya.
Tidak hanya di pintu masuk, TNBTS juga menempatkan personel pengamanan di sejumlah titik kunjungan favorit seperti Penanjakan, lautan pasir, dan jalur-jalur utama wisata. Pengawasan dilakukan secara intensif mengingat potensi kepadatan pengunjung yang cukup tinggi selama libur panjang.
Bambang mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisata tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari pintu masuk Malang saja, jumlah Jeep wisata yang beroperasi setiap hari tercatat lebih dari 100 unit.
“Saat puncak libur Nataru, jumlah Jeep yang beroperasi di kawasan TNBTS, khususnya dari wilayah Malang, bisa mencapai lebih dari 500 unit per hari. Saat ini, pintu masuk Malang menjadi yang terpadat kedua setelah Probolinggo dan bahkan mulai imbang,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut menandakan semakin banyak wisatawan yang memilih jalur Malang sebagai akses utama menuju kawasan Gunung Bromo.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata alam TNBTS, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, hingga instansi teknis seperti Dinas Perhubungan dan PUPR.
“Kami sangat bersyukur memiliki stakeholder yang peduli dan konsisten terhadap keselamatan wisata alam. Semua Jeep wisata wajib mengikuti rampcheck, baik dari sisi kelayakan teknis maupun kelengkapan asuransi. Jika ditemukan kerusakan, kendaraan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum diizinkan beroperasi,” tegasnya.
Melalui rampcheck terpadu dan pengawasan berlapis ini, diharapkan seluruh layanan transportasi wisata di kawasan Bromo Tengger Semeru selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, nyaman, dan memberikan rasa tenang bagi wisatawan yang menikmati keindahan salah satu destinasi unggulan nasional tersebut.
Penulis : nes











