Prajurit Divif 2 Kostrad Tembus Zona Berbahaya Semeru, Utamakan Penyelamatan Warga Lumajang

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Prajurit TNI dari Divif 2 Kostrad saat berada di lokasi bencana erupsi gunung Semeru

Ket foto. Prajurit TNI dari Divif 2 Kostrad saat berada di lokasi bencana erupsi gunung Semeru

 

Lumajang, pendoposatu.id – Upaya penyelamatan pasca erupsi Gunung Semeru terus dilakukan dengan intensif. Prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad menunjukkan dedikasi tinggi dengan menerobos wilayah yang masih berstatus rawan demi memastikan keselamatan masyarakat terdampak di Kecamatan Pronojiwo.

Atas instruksi Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo, Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) siaga bencana langsung bergerak menuju Desa Supiturang, melakukan peninjauan lapangan dan asesmen menyeluruh terkait kondisi penduduk, infrastruktur, hingga potensi ancaman lanjutan.

“Kami mengutamakan keselamatan warga. Setiap langkah prajurit diarahkan untuk memastikan masyarakat terlindungi dari dampak erupsi dan ancaman berikutnya,” tegas Mayjen TNI Susilo, Sabtu (22/11/2025).

Sejak pagi hingga malam, pasukan melakukan patroli dan pemeriksaan area, menembus cuaca mendung serta medan penuh material vulkanik. Kehadiran prajurit bukan sekadar bentuk kesiapsiagaan, tetapi wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat.

Korban luka: Tiga warga mengalami luka bakar akibat awan panas guguran dan kini dirawat di RSUD Lumajang serta Pasuruan.

Pengungsi: Sebanyak 477 jiwa masih berada di dua titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo. Wilayah Candipuro terlapor sudah kembali normal.

Kerusakan materiil: Sebanyak 22 rumah, 1 sekolah, dan 1 gardu PLN mengalami kerusakan berat. Lahan pertanian dan hewan ternak turut terdampak signifikan.

Situasi terkini: Aktivitas warga relatif kondusif, namun ancaman banjir lahar dingin masih tinggi akibat curah hujan yang terus meningkat.

Untuk memperkuat penanganan, prajurit Divif 2 Kostrad mendirikan tenda peleton, dapur lapangan, serta pos komando di depan Balai Desa Supiturang.

Pos siaga tambahan didirikan di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumber Sari. Evakuasi warga dan barang penting juga terus dilakukan, termasuk penyekatan di titik-titik rawan.

Di tengah medan yang penuh risiko, prajurit bergerak cepat memberikan perlindungan dan pertolongan kepada warga.

Baca Juga :  Prajurit Kostrad Gerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Semeru, Pangdivif 2 Turun Langsung Pimpin Operasi Kemanusiaan

“Dari wilayah berbahaya hingga titik pengungsian, prajurit hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi sebagai pengayom. Pengabdian TNI adalah untuk rakyat, demi Indonesia yang selamat dan berdaulat,” ditegaskan dalam pernyataan resmi Divif 2 Kostrad.

Penulis : nes

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB