Dinkes Kabupaten Malang Percepat Penerbitan SLHS, SPPG Wajibkan Kursus Penjamah Makanan Demi Cegah Keracunan

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Tim pelatihan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang bersama peserta pelatihan penjamah makanan di SPPG Yayasan Insan Bakti Rakanuala Kendal Payak

Ket foto. Tim pelatihan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang bersama peserta pelatihan penjamah makanan di SPPG Yayasan Insan Bakti Rakanuala Kendal Payak

 

Malang, pendooposatu.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan bagi siswa-siswi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini kini menjadi syarat wajib bagi seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang.

Langkah tersebut diiringi dengan pelaksanaan kursus penjamah makanan, yang menjadi syarat utama untuk memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan layak konsumsi.

“Persyaratan penerbitan SLHS salah satunya adalah kursus penjamah makanan. Ini penting untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan penjaga makanan agar memahami keamanan pangan,” ujar Sapta Prasetyalana usai pelatihan penjamah makanan di SPPG Yayasan Insan Bakti Rakanuala Kendal Payak Pakisaji , Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari upaya pencegahan keracunan makanan di lingkungan sekolah.

“Tujuan utama kursus ini adalah mencegah keracunan makanan dengan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan bahan pangan yang sehat dan aman,” tegasnya.

Sapta menjelaskan bahwa kursus penjamah makanan dilaksanakan selama delapan jam dengan enam materi wajib yang telah diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

“Materinya mencakup kebijakan, pengendalian sektor, tata cara pengelolaan peralatan, izin sanitasi perorangan, dan dua materi tambahan tentang pengawasan dan keamanan pangan,” jelasnya.

Pelatihan tersebut bersifat wajib bagi seluruh pengelola SPPG, karena menjadi bagian dari proses penerbitan SLHS oleh Dinas Kesehatan.

“Kursus ini wajib, karena tanpa itu sertifikat laik higiene tidak bisa diterbitkan,” tambahnya.

Dinkes Kabupaten Malang melakukan percepatan penerbitan SLHS sesuai arahan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Langkah ini juga diambil agar seluruh SPPG memenuhi standar kelayakan dan kebersihan lingkungan pengolahan makanan.

“Dinas Kesehatan diwajibkan untuk mempercepat penerbitan SLHS dengan tetap memenuhi semua syarat yang ditentukan. Arahannya langsung dari Kemenkes,” jelas Sapta.

Baca Juga :  Pasca Pemecatan Abah Gun, Tim Hukum GUS Pertimbangkan Pidanakan Didik-Darmadi Atas Dugaan Penipuan dan Korupsi Politik

Masa berlaku sertifikat kini juga diperpanjang dari tiga tahun menjadi lima tahun, sehingga memberi kemudahan bagi pengelola makanan dalam jangka panjang.

“Sekarang lebih efisien, masa berlaku lima tahun dan penerbitannya juga cepat, asal semua dokumen dan hasil uji laboratorium sudah lengkap,” tambahnya.

Sementara itu, SPPG Yayasan Insan Bakti Rakanuala ikut berperan aktif dengan menggelar pelatihan sertifikasi penjamah makanan di SPPG Kendal Payak, Kecamatan Pakisaji, yang diikuti oleh sekitar 70 peserta dari dua wilayah.

“Peserta berasal dari SPPG Kendal Payak Pakisaji sebanyak 45 orang dan SPPG Sukomulyo Pujon sekitar 25 orang. Kami gabungkan dalam satu kegiatan agar lebih efektif,” terang Sahrul Huda, perwakilan yayasan.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kesiapan relawan sebelum terjun langsung dalam program MBG. Selain pelatihan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Babinsa dan Koramil setempat untuk pendataan sekolah yang belum tercover program.

“Kami sudah mendatangi empat hingga lima sekolah di wilayah Pakisaji. Untuk wilayah Pujon, progresnya sudah 90 persen dan segera 100 persen supaya bisa beroperasi penuh,” ujarnya optimis.

Dengan percepatan penerbitan SLHS dan pelatihan penjamah makanan ini, Dinkes Kabupaten Malang berharap seluruh pengelola SPPG dapat memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak penerima program makan bergizi.

Upaya ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan kesehatan publik untuk memastikan setiap makanan yang disantap siswa benar-benar aman dan menyehatkan.

“Kami ingin anak-anak di Kabupaten Malang tidak hanya menerima makanan bergizi, tapi juga makanan yang higienis, sehat, dan memenuhi standar sanitasi,” tutup Sapta

Penulis : nes

Berita Terkait

Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
285 Siswa – Siswi SMPN 1 Pakis Purnawiyata Tahun Ajaran 2025-2026
ADD 2026 Desa Oro-oro Ombo Wetan Lanjutkan Infrastruktur Pavingisasi Tahap Awal
Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung
Ultah KPJ ke-44 Meriah, Anto Baret Soroti Fenomena “Omong Kosong”
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:54 WIB

MPDI Konsolidasikan Kekuatan Ekonomi Pesantren, Koperasi Sekunder Jadi Motor Penggerak Usaha Nasional

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:42 WIB

Puluhan Reklame Permanen Diduga Lolos Tanpa Izin, DPMPTSP Kabupaten Malang Kecolongan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:02 WIB

Dukcapil Malang Buka Akses Layanan Publik bagi Warga Rentan, Petugas Datangi Rumah hingga Ruang Perawatan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:41 WIB

Rehab Gedung Kantor Pemkab Pasuruan Sudah Berjalan, Lima Gedung Sudah Terealisasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:04 WIB

Ajak Diskusi Ketua PWI Jatim, Bakorwil Malang Perkuat Narasi Pengembangan Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:43 WIB

Polres Malang Bongkar Modus Penipuan Berkedok Program UMKM Pemprov Jatim, Dua Tersangka Ditangkap

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

TP PKK Bakorwil III Malang Dukung Malang Megapolitan Dan Penguatan Ekonomi Selatan Jatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:23 WIB

Bakorwil Malang Ajak TP PKK Jadi Penggerak Menuju Malang Megapolitan Dan Katalisator Pembangunan Selatan Jatim

Berita Terbaru