Malang Darurat Sendratari Topeng, Pentahelix Harus Hadir

- Redaksi

Minggu, 29 September 2024 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.ID, KOTA MALANG – Sedikitnya sendratari Topeng Malang yang menampilkan Tari Topeng lengkap dengan dalang, sinden dan properti berupa gamelan menjadikan Malang Raya darurat sendratari Topeng Malang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dwi Cahyono, arkeolog sekaligus sejarawan Malang pada acara Jagongan Bareng serta Pemutaran Film Dokumenter Topeng Malang Menolak Punah di Rumah Budaya Ratna (RBR). Sabtu malam (28/9/2024).

Dikatakannya, jumlah dalang topeng di Malang yang senior itu hanya tinggal 2 yaitu Pak Soleh dan Pak Kasnan, maka ini bisa disebut Malang darurat sendratari.

“Ada dalang muda namun jumlahnya tidak lebih dari lima. Sinden untuk topeng itu juga darurat. Daruratnya lagi adalah pembuat aksesoris yang khas Malang. Jumlahnya hanya beberapa. Padahal properti ini sangat diperlukan” kata Dwi Cahyono

“Ke depan perlu dipikirkan, kondisi yang darurat ini. Kita perlu meregenerasi dalang-dalang topeng maupun sinden. Busana dan aksesoris itu perlu dikembangkan karena ini merupakan bagian dari UMKM. Pasar ada namun pembuatnya yang tidak ada,” jelasnya

Menurutnya, dibutuhkan ekosistem wayang topeng Malang agar Topeng Malang tidak menyandang sebagai almarhum. Topeng Malang. Menolak Punah, siapa yang menjadi penyangga agar tidak punah, mestinya pentahelix harus hadir.

“Ada teman-teman pelaku, Pemerintah, media, akademisi. Marilah ke depan Topeng Malang itu kita bangun ekosistemnya. Komponen topeng Malang, wayang ataupun dalang betul-betul bisa hadir,” serunya.

“Jadi marilah kita berkomitmen agar Topeng Malang tidak benar-benar punah. Topeng Malang punah atau tidak itu tergantung kita. Apabila kita tidak berikhtiar, berjuang, berusaha bisa jadi Topeng Malang akan benar-benar punah,” terang Dwi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Purwoko menyampaikan bahwa pihaknya dari unsur Pemerintah harus berperan dan merasakan keprihatinan yang dirasakan seniman.

Baca Juga :  Pastikan Hitung Suara Pemilu 2024 Aman, Kapolsek Tumpang Bersama Muspika Patroli di TPS

“Pemerintah ikut hadir untuk melestarikan budaya. Di Kabupaten Malang ada di Pariwisata dan Kebudayaan. Kami berkewajiban untuk melestarikan segala jenis tradisi, adat, budaya yang ada di Kabupaten Malang. Kami mendapatkan usulan dari Ketua DPRD untuk memberikan perhatian kepada kelompok seni dan budaya” ungkap Purwoko

“Data yang terhimpun sekitar 2.700 an kelompok kesenian. Kebijakan Bupati melalui DPRD Kabupaten Malang adalah memberikan bantuan. Nominal bantuan tidak dalam jumlah besar, namun bagaimana pemerintah hadir untuk menguri-uri budaya” terangnya

“Tahun 2024 ini, hampir di setiap desa melakukan bersih desa. Kami tahu berapa uang yang dikeluarkan. Kami sebagai bagian pemerintahan menyadari harus hadir. Bukan hanya fisik semata, tetapi juga menyokong dalam bentuk dana,” tuturnya.

Lalu, Ia pun berpendapat bahwa tanggungjawab pentahelix itu benar. Pemerintah, komunitas, media, swasta, akademisi maupun pelaku seni harus saling mendukung.

“Ini pentahelix bersama-sama agar Topeng Malang tidak punah. Perlu regenerasi pula. Jika tidak ada proses regenerasi Ini memprihatinkan dan menjadi darurat,” tegas Purwoko.

Gerakan yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. Politisi asal Bali tersebut salut atas kebijakan yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kami Pemerintah Kota Malang ingin membuat anggaran bagi para pelaku seni dan budaya namun terbentur birokrasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata” ucapnya

“Kita terbentur dengan birokrasi. SIPD dinas itu sangat kaku. Monggo, langsung kongkritnya membuat usulan  kegiatan kepada kami. Mumpung sekarang sedang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran APBD 2025. Dan akan disahkan 30 Nopember 2024,” beber Made.

“Segera ajukan sekarang. Dipilah, mana yang untuk pariwisata dan mana yang untuk pendidikan serta Disporapar. Jadi kami akan masuk melalui pintu-pintu tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Personil Polsek Tumpang Kawal dan Amankan Pergeseran Surat Suara dari PPS Tiap Desa Menuju Gudang PPK

Ditegaskan Made, sinergi antar pelaku budaya dan pemerintah itu harus dibangun. Pemerintah Daerah ada legislatif dan eksekutif.

“Harus menyatu menyampaikan aspirasi masyarakat. Eksekusif menjalankan visi misi melalui RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang merupakan janji kampanye Walikota. Dewan melaksanakan janji diwujudkan dengan Serap Aspirasi. Maka, kegiatan budaya akan mudah diwujudkan,” tuturnya.

Ketua Badan Anggaran periode 2019 hingga 2024 ini pun menyarankan agar para pelaku seni dan budaya memanfaatkan dana Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC).

“Ada anggaran DBHC tapi penggunaannya agak susah. Dananya ada di Satpol PP. Manfaatkan dana ini, dengan membuat kegiatan misalnya Pelaku Seni Budaya Menolak Rokok Ilegal. Celah-celah seperti ini bisa dimasukkan melalui DPRD, saran Made. Nanti kami implementasi apa yang menjadi tujuan bersama,” pungkas Made.

Penulis : Yani

Editor : Dadang D

Berita Terkait

Jelang Seabad NU, Kota Malang Tunjukkan Toleransi Nyata Antar Umat Beragama
Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum
Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis
Hari PMI 2025: The Alana Hotel Malang Gelar Donor Darah, Jumlah Peserta Membludak
APBD Kota Malang Susut, DPRD Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Dana Transfer
DPRD Kota Malang Apresiasi Semangat Warga Kota Lama dalam Gelar Karnaval Budaya
Fokus Pendidikan dan Revitalisasi Pasar Besar, DPRD Kota Malang Bahas Perubahan APBD 2025
Piala Wali Kota Malang 2025: Equestrian Jadi Wajah Baru Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:23 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Pemkab Malang 2026: 25 ASN Daftar, 11 Gugur Administrasi, 14 Lolos ke Tahap Asesmen Jatim

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:46 WIB

Sekolah Unggulan Disorot, Merger SDN Tak Terhindarkan: DPRD Malang Ungkap Akar Masalah Pendidikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17 WIB

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Senin, 9 Februari 2026 - 18:43 WIB

44 Cabor Mengunci Arah, Darmadi Melaju Nyaris Tanpa Perlawanan di Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang

Senin, 9 Februari 2026 - 15:09 WIB

Seleksi JPT Pratama Pemkab Malang Disinyalir Sekadar Formalitas, Pendaftar Minim hingga Nama “Pemenang” Sudah Beredar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:31 WIB

Zia’ulhaq Resmi Maju Ketua KONI Kabupaten Malang, Klaim Dukungan Lebih dari Delapan Cabor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:56 WIB

Wabup Malang Tegaskan Sekolah Terintegrasi Jadi Arah Kebijakan Pendidikan, 10 SMPN Disiapkan Jadi Pilot Project 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:01 WIB

Dispora Kabupaten Malang Digeledah Kejari, Kasus Dana Hibah KONI Masuk Fase Krusial

Berita Terbaru

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

Kabupaten Malang

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Kamis, 12 Feb 2026 - 09:17 WIB