Banyuwangi, pendoposatu.id – Pemandangan di lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi kini berubah menjadi area yang sangat elok, pasalnya lokasi yang dulunya menjadi tempat penumpukan sampah tersebut, sekarang tengah disulap menjadi bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pembangunan koperasi yang dimulai sekitar tiga bulan lalu itu, kini memasuki tahap akhir. Progresnya telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera siap difungsikan setelah seluruh pekerjaan finishing rampung.
Dari pantauan pendoposatu.id di lokasi, Sabtu (6 Agustus 2026), bangunan utama KDKMP telah berdiri. Sejumlah pekerja masih menyelesaikan beberapa bagian bangunan, mulai pemasangan atap, pengerjaan interior, hingga pengecatan.
Lurah Bulusan, Arief Rahman Hakim mengatakan, pembangunan KDKMP terus dikebut. Saat ini pekerjaan tinggal menyelesaikan sejumlah bagian akhir sebelum bangunan dapat digunakan.
“Kurang lebih sudah tiga bulan dikerjakan. Sekarang progresnya sudah sekitar 90 persen, tinggal pekerjaan finishing seperti pemasangan atap dan pengecatan,” ujarnya.
Pemilihan lokasi pembangunan KDKMP bukan tanpa alasan. Kelurahan Bulusan tidak memiliki aset tanah sendiri yang dapat digunakan untuk pembangunan kantor koperasi.
Karena itu, lahan bekas TPA yang merupakan aset milik Pemkab Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pembangunan.
“Kelurahan Bulusan memang tidak memiliki aset tanah sendiri. Kami memanfaatkan lahan bekas TPA yang merupakan aset milik Pemkab Banyuwangi,” kata Arief, Sabtu (8 Agustus 2026)
Pemanfaatan lahan tersebut sekaligus mengubah fungsi area yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah menjadi fasilitas yang diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Lahan tersebut bukan lagi kawasan operasional TPA, aktivitas pembuangan sampah telah dihentikan sejak 2018.
Arief menjelaskan, penutupan TPA dilakukan setelah kapasitas penampungan sampah semakin penuh. Kondisi tersebut sempat memicu keluhan warga sekitar karena menimbulkan bau tidak sedap. Seiring penutupan tersebut, lahan bekas TPA kemudian tidak lagi digunakan untuk aktivitas pembuangan sampah.
Kini, area tersebut kembali dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas baru. Bangunan KDKMP yang hampir rampung menjadi wajah baru lahan yang sebelumnya identik dengan aktivitas pembuangan sampah.
“TPA ini sudah ditutup sejak 2018 setelah ada keluhan warga akibat sampah yang overload dan menimbulkan bau. Tahun ini lahannya dimanfaatkan untuk pembangunan KDKMP,” pungkasnya.(Bob)
Penulis : Boby Try
Editor : Redaksi










